Pilkada Kepri 2015

KPU Tanjungpinang: Bisa Nyoblos Saat Pilkada Tanpa Form A5

mahasiswa yang bukan warga Tanjungpinang namun memiliki Identitas Kepri dan ingin memilih di Tanjungpinang saat Pilgub nanti.

KPU Tanjungpinang: Bisa Nyoblos Saat Pilkada Tanpa Form A5
IStimewa
Ilustrasi pemilih 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang melakukan sosialisasi ke sejumlah kampus-kampus.

Seperti yang terlihat pada Rabu (28/10/2015) dimana KPU Tanjungpinang melakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 9 Desember mendatang, di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum (MU) dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Di Aula STAI MU, Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria bersama komisioner KPU Dewi Haryanti menyampikan materi pendidikan pemilih pada pilkada Gubernur Kepri.

Berbagai pertanyaan pun mencul dari kalangan mahasiswa. Diantaranya yang dilontarkan Selvia.

Dia bertanya bagaimana mahasiswa yang bukan warga Tanjungpinang namun memiliki Identitas Kepri dan ingin memilih di Tanjungpinang saat Pilgub nanti.

Sekretaris KPU Tanjungpinang Abdul Basyid yang bertindak sebagai moderator langsung memberikan kesempatan kepada Ketua KPU Robby Patria untuk menjawabnya.

Robby menjelaskan jika warga yang memiliki KTP Kepri, namun saat ini sedang berada di Tanjungpinang dalam rangka tugas belajar, maka KPU memberikan kemudahan untuk menggunakan hak suaranya di Tanjungpinang dengan menggunakan hak pindah pilih.

"Pemilih yang bersangkutan harus lapor ke PPS asal dan meminta form A5 untuk pindah pilih di Tanjungpinang. Jika tidak sempat pulang kampung mengurus A5, maka datang langsung ke KPU Tanjungpinang," ujar Robby menjelaskan.

Menurut dia, tak semua diberikan form A5 terkecuali bagi mereka yang memenuhi syarat seperti sedang belajar di Tanjungpinang, sakit dan kerja.

Sehingga kalau tidak ada keperluan lain, maka form pindah pilih tidak bisa diberikan tanpa alasan yang jelas.

Sedangkan komisioner KPU Dewi Haryanti menganjurkan kepada mahasiswa untuk mengajak warga yang tak paham politik untuk menggunakan hak pilih.

Menurut Dewi Haryanti, dengan adanya bantuan mahasiswa dalam memberikan pemahaman kepada warga yang kurang tertarik menggunakan hak suaranya, akan membantu menekan angka golput.

"Mahasiswa bisa masuk di kalangan mana saja ketika mereka menjelaskan kepada masyarakat mengapa pentingnya menggunakan hak pilih," kata Dewi.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved