Masih Sayang dengan Orangtuanya, Pria Ini Awetkan Jasad Ibunya dengan Garam
seorang pria di Rusia mengawetkan mayat ibunya yang sudah meninggal dunia selama tiga tahun.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Tak ingin berpisah dengan ibunda tercinta, seorang pria di Rusia mengawetkan mayat ibunya yang sudah meninggal dunia selama tiga tahun.
Warga Kota Yessentuki yang berprofesi sebagai salesman di sebuah toko alat-alat seks tersebut, menggunakan garam untuk mengasinkan jasad ibunya sehingga memperlambat pembusukan mayat.
Demikian dilaporkan Komite Investigasi regional Stavropol, Senin (26/10/2015) dalam sebuah pernyataan online, dilansir The Moscow Times.
Pria itu mengatakan tak ingin memakamkan ibunya karena sangat mencintai sang ibu dan tidak ingin berpisah.
Dalam pemeriksaan di rumahnya polisi menemukan mumi wanita di loteng, lapor situs berita lokal Konkretno.ru mengutip kantor berita Operativnoye Prikrytiye.
Bukti awal menunjukkan mumi tersebut berukuran tinggi 160 sentimeter. Kondisi jasad masih mengenakan stoking wol, sandal dan mantel biru.
Walaupun ibunya sudah meninggal, pria tersebut terus menerima uang bulanan pensiun ibunya sebesar 16.000 rubel (sekitar Rp 3,34 juta).
Menyimpan mayat secara diam-diam dalam rumah bukan pertama kali terjadi di Rusia. Dalam kasus terkenal dan mengerikan 2011 lalu, polisi di Nizhny Novgorod menemukan lebih dari dua lusin mumi di rumah seorang pria. Rumah itu dianggap sebagai kuburan.
Pria itu yang kemudian dikenal media sebagai "pembuat boneka" itu telah mengambil 29 mayat dari pemakaman lokal. Mayat-mayat itu diberi pakaian wanita berwarna cerah dan dipajang.
Pria yang berprofesi sebagai sejarawan dan mampu berbicara dalam 13 bahasa itu kemudian dikirim ke rumah sakit jiwa. Kasus ini sempat menghebohkan karena pria tersebut akademisi yang dikenal masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat_20150514_144403.jpg)