Penemuan Mayat Diduga Pejabat Pertamina

Yufrizaldi: HP yang Membunuh, Saya Hanya Mengepel Darah Edy Juanda

Saya terpaksa berbohong karena saya diancam kalau bercerita. Jika tidak, semua keluarga termasuk saya akan dibunuh.

Yufrizaldi: HP yang Membunuh, Saya Hanya Mengepel Darah Edy Juanda
tribunnews batam/argianto
Yusrfijaldi alias Rijal (23) dan Irma Rahma (20), pembunuh supervisor bidang penerimaan, penimbunan dan penyaluran BBM PT Pertamina Trans Kontinetal Kabil, Edy Juanda, saat digiring di Polresta Barelang, Kamis (7/5/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terdakwa Yufrizaldi dan Irma Rahmah yang tersandung perkara pembunuhan terhadap Edy Juanda, pejabat PT Pertamina Trans Kontinental Kabil, secara mengejutkan memberikan pengakuan bahwa ada pihak lain yang ikut melakukan pembunuhan tersebut.

Kedua terdakwa yang ditemui saat persidangan, mengaku otak pelaku pembunuhan itu berinisal HP.

Irma Rahmah pun mengaku baru kenal malam itu, dengan orang yang menjanjikan memberikan uang dan mengajak dirinya, untuk ikut dalam rencana pembunuhan Edy Juanda.

"Nama orang itu HP, saya tahu saat membantu membuang jasad korban, kartu identitasnya terjatuh lalu saya ambil. Kemudian kartu identitas tersebut saya bawa pulang ke rumah. Hanya saja, sewaktu saya keluar dari kos dan pulang kerumah, gembok rumah saya rusak dan Kartu Identitas tersebut pun hilang," kata Irma.

Yufrizaldi juga mengatakan bahwa pelaku pembunuh bukan dirinya. Semua rencana pembunuhan itu sudah diatur oleh HP.

Otak pelaku itu mendatangi Yufrizaldi di Pacifik dan mengiming-imingi uang Rp 100 juta.

"Dia (HP) yang membunuh korban di hotel, saya hanya di suruh mengepel darahnya saja. Saya terpaksa berbohong karena saya diancam kalau bercerita. Jika tidak, semua keluarga termasuk saya akan dibunuh. Saya mohon kepada majelis hakim atas kesalahan yang tidak saya lakukan," katanya.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved