Kamis, 16 April 2026

Kartu Indonesia Pintar

Pengakuan Orangtua Siswa: Anak-anak Kami Dibentak dan Diintimidasi

Selain pengurusan dana tersebut, kebijakan yang diambil kepala sekolah pun tidak sama

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
tribunnnews video/hadi maulana
Presiden RI Joko Widodo memberikan Kartu Indonesia Pintar di Sambau Nongsa Batam Kepulauan Riau, Minggu (21/6/2015). Bantuan yang diterima siswa lewat rekening pribadinya diambil pihak sekolah seperti yang terjadi di Tanjungpinang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Proses pengurusan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjungpinang dinilai mengalami sedikit perubahan oleh orangtua wali murid.

Dahulu, dana BSM itu diurus langsung wali kelas dari siswa yang bersangkutan. Namun, belakangan dana tersebut langsung diambil pegawai tata usaha (TU) sekolah tersebut.

"Dulu pengurusan dana BSM ini agak mudah. Wali kelas siswa sendiri yang mengurus. Jadi dia tahu kondisi dan latar belakang siswa. Kalau sekarang semuanya diurus pegawai TU," jelas Gt, orangtua wali murid yang anaknya bersekolah di SMAN 1 Tanjungpinang, Senin (02/11/2015) pagi.

Selain pengurusan dana tersebut, kebijakan yang diambil kepala sekolah pun tidak sama.

Menurut Gt, sewaktu sekolah itu dipimpin oleh Encik, masalah seputar uang sekolah dan dana BSM tidak dipersoalkan. Namun ketika kepala sekolah itu diganti Imam S, Gt dan para orangtua lainnya mulai mengalami sedikit permasalahan mengenai dana BSM tersebut.

"Kalau dulu kepala sekolah Pak Encik, dia selalu bilang siswa untuk belajar saja. Jangan pikirkan uang segala macam itu. Jadi anak-anak tenang belajar. Sekarang anak-anak kami malah dibentak dan diintimidasi, hanya karena dana BSM yang sebenarnya merupakan milik mereka," kata Gt.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved