Bahas Soal Impor Beras, Kadin Batam Gelar Rapat Tertutup bersama Bea Cukai
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam menggelar pertemuan bersama pihak Bea Cukai Batam, Kamis (5/11/2015) pagi.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam menggelar pertemuan bersama pihak Bea Cukai Batam, Kamis (5/11/2015) pagi.
Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut membahas berbagai keluhan serta masukan-masukan dari pengusaha, diantaranya mengenai permasalahan beras hingga PP FTZ 03 tentang proses pemasukan barang dari dalam negeri ke kawasan bebas.
Kepala Bea Cukai Batam, Kunto P mengatakan Kadin Batam merupakan partner penting pihaknya karena menaungi cukup banyak anggota pengusaha.
"Kami sangat tersanjung diundang oleh Kadin. Pertemuan tadi membahas masalah-masalah teknis, dan Kadin juga memberikan masukan-masukan bagaimana pelayanan lebih baik ke depannya, termasuk soal kendala-kendala di lapangan," ujar Kunto.
Kunto memaparkan bahwa dari perwakilan Kadin Batam juga ada yang menanyakan mengenai mekanisme PPFTZ 03.
"Itu memang suatu kebijakan yang baru, jadi mungkin ada beberapa pemahaman yang belum ditangkap pengusaha jasa," ujar Kunto.
Begitu juga soal penyelundupan beras ikut menjadi pembahasan menarik yang dipaparkan di dalam pertemuan.
Kunto mengatakan pihaknya melakukan pengawasan ketat karena adanya instruksi penyelundupan beras di pantai timur Sumatera harus dihentikan, termasuk Batam.
"Saat kita cek, Batam itu termasuk pantai timur Sumatera jadi harus diamankan. Kemarin sempat ada resitensi, kadang kami juga harus ambil tindakan tegas. Kalau ada penyerangan yang membahayakan anggota dan kapal, harus kita amankan juga. Alhamdulilah sudah bisa diamankan dan proses hukumnya sekarang dilakukan oleh teman-teman di Karimun," tutur Kunto.
Kunto berpendapat untuk masalah beras, pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada pemerintah. Jika memang kran importasi dibuka, tugas dari instansinya untuk mengawal agar beras masuk sesuai kuota yang diberikan. Serta tidak keluar lagi ke daerah lain.
Sementara itu, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan untuk masalah beras, Kadin terus ikut mendorong agar pusat memberikan kran impor ke Batam, dan Kepri khususnya.
"Nanti kami akan ketemuan sama Dirjen Perdagangan luar negeri. Selasa atau Rabu depanlah, kita akan bawa Disperindag Kota serta Provinsi dan pihak terkait lainnya untuk memaparkan soal beras ini. Nanti kalau sudah dibuka kran importnya biar tinggal lapor saja dengan pak Kunto," ujar Jadi Rajagukguk.
Menurut Jadi, cukup banyak poin-poin permasalahan yang didiskusikan kedua instansi tersebut.
Namun begitu, menurutnya pertemuan tersebut guna menjalin silahturahmi antara keduanya, agar ke depan lebih baik, serta pelayanan bea cukai lebih bagus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sidak-beras-walikota-batam-3_20151026_220617.jpg)