Razia Narkotika di Tanjungpinang

Dari 100 Alat Tes, Satu Positif Konsumsi Ekstasi

Yani menjelaskan, oknum yang terindikasi mengonsumsi ekstasi itu adalah seorang wanita

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
tribun/thomlimah
Suasana razia gabungan yang berlangsung Minggu (8/11/2015) dinihari tadi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Razia gabungan dengan sasaran pengguna narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di Tanjungpinang, berlangsung, Minggu (8/11/2015) dini hari.

Razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kepolisian Resort (Polres), bekerjasama dengan POM AD-AL-AU dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tanjungpinang menemukan satu orang terindikasi mengonsumsi narkoba dari 100 alat tes yang terpakai.

"Dalam razia kali ini, kita menggunakan 100 alat tes. Dari jumlah alat tes itu, cuma seorang saja terdeteksi mengongsumsi Narkoba berjenis ekstasi," jelas Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ahmad Yani, Kepala BNNK Tanjungpinang.

Yani menjelaskan, oknum yang terindikasi mengonsumsi ekstasi itu adalah seorang wanita berinisial Si.

Dia diketahui menggunakan barang haram itu setelah tim BNNK memeriksa air seninya di Galaxy Pub, sekitar kawasan Rawasari.

Menurut Yani, wanita ini belum dimintai keterangan lebih detail.
Karena itu, tim BNNK Tanjungpinang belum bisa memastikan apakah oknum tersebut berstatus pengedar dan pencandu Narkoba.

"Kami akan membawanya ke Kantor BNNK Tanjungpinang di Senggarang. Kalau diketahui berstatus pencandu maka dia akan direhabilitasi. Tetapi kalau berstatus pengedar maka dia bakal diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Yani.

Hasil yang diperoleh seperti ini membuat Kepala BNNK Tanjungpinang tersebut berpikir lebih jauh mengenai razia kali itu. Dia setidaknya memberikan dua alasan terkait penyebab hasil razia tersebut.

"Walaupun hasil cuma seorang yang ditangkap, itu tidak mengurangi kegiatan malam ini.

Kemungkinan pertama adalah kegiatan ini sudah bocor terlebih dahulu. Pada Sabtu (7/11) sore, informasi mengenai razia sudah diketahui masyarakat," kata Yani.

Kemungkinan ini diperkuat dengan keadaan di lokasi tempat hiburan.
Ketika didatangi tim gabungan, beberapa ruangan kafe di Cosmos Sukaberenang dan Rasa Yakin Bintan Plaza sudah ditinggalkan pengunjungnya.

"Kemungkinan ke dua adalah tingkat penyalahgunaan Narkoba di Tanjungpinang menurun. Mudah-mudahan saja kemungkinan ke dua inilah yang terjadi," ujar Yani.

Ia juga menginformasikan bahwa petugas yang diterjunkan untuk mengikuti razia itu berjumlah 50 orang.

Razia gabungan malam itu terfokus di sejumlah lokasi hiburan yakni Cosmos di Sukaberenang, Sangrilla di Gudang Minyak, Rasa Yakin di Bintan Plaza, Galaxy di Rawasari dan Aston Hotel di Batu 11.

Di masa mendatang tim gabungan akan fokus melakukan razia di rumah-rumah kos dan permukiman warga.

"Saat ini peredaran Narkoba sudah bergeser dari tempat hiburan ke rumah-rumah kos dan permukiman warga. Nanti para staf inteligen akan turun mencari informasi sebelum kami bergerak," tegas Kepala BNNK Tanjungpinang.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved