Tak Ada Jembatan Timbang, Jalan di Bintan Rawan Rusak

Mereka tidak bisa menentukan barang-barang tersebut over kapasitas atau tidak.

Tak Ada Jembatan Timbang, Jalan di Bintan Rawan Rusak
Tribun Batam/Muhamad Munirul Ikhwan
ilustrasi jalan rusak di Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Tidak adanya pengawasan terhadap mobil angkutan yang sudah overload mengakibatkan jalan di Kabupaten Bintan banyak hancur.

Apalagi, untuk jalan di Bintan kapasistasnya masih Kelas III yang hanya bisa dilewati kendaraan dengan beban 8 ton saja, tetapi kenyataannya dilalui kendaraan berat yang berbeban di atas itu.

Tidak adanya jembatan timbangan menjadi salah satu permasalahan bagi kabupaten Bintan. Mereka tidak bisa menentukan barang-barang tersebut over kapasitas atau tidak, atau bahkan sudah sesuai aturan atau belum.

Haris Sulianto, Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Pehubungan Bintan mengatakan, untuk pembangunan jembatan Timbangan itu wewenang pusat dan provinsi.

Namun bukan berarti, pihaknya tidak mengajukan ini ke pemerintah provinsi. "Tahun 2013 lalu kita sudah ajukan pembangunan untuk Jembatan Timbangan ini, namun sejauh ini belum ada tanggapan," sebut Haris.

Haris mengatakan saat ini yang mempunyai timbangan hanya ASDP saja. Mereka mempunyai timbangan di Batam dan di Tanjungpinang. Namun untuk hukum laut, dikatakan Haris, seberapapun bisa di angkut pasti dibawa.

Artinya, dalam hal ini, mobil barang kebanyakan masuk dari Batam ke Tanjunguban menuju Tanjungpinang, dan semua barang sudah over kapasitas.

"Sejauh ini tidak berfungsi di jembatan ASDP itu, rekan-rekan bisa tanyakan langsung saja sama orang ASDP saja mengapa tidak difungsikan. Padahal itu sudah selesai," sebutnya lagi.

Pihak Dinas perhubungan dalam hal ini tidak mau disalahkan begitu saja. Mereka mencari jalan aman dengan mengatakan kalau ASDP sudah punua jembtan timbang.

Selain itu, untuk pembangunan Pemkab Bintan tidak bisa bikin, karena yang punya wewenang itu adalah pemerintah pusat. "Salah satu kelemahan kita di kewenangan itu," tutupnya.

Untuk diketahui, jalan Lintas Barat saat ini menjadi lintasan paling padat yang dilalui oleh kendaraan dari Tanjunguban menuju Tanjungpinang.

Tak ada batasan kendaraan yang diperbolehkan melaluinya, meski kapasitasnya melewati batas kemampuan berakibat over load. Jalur lintas barat menjadi cepat rusak dan jalan mudah bergelombang. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved