Sammy Simorangkir Laporkan Perusahaan Rekaman ke Bareskrim

"Materil tentang penjualan album, ring back tone (RBT), album kompilasi, tidak diterima," kata mantan vokalis band Kerispatih ini.

Sammy Simorangkir Laporkan Perusahaan Rekaman ke Bareskrim
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG
Sammy Simorangkir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2015) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vokalis Sammy Simorangkir (33) mengaku kecewa, karena niat baiknya untuk membantu mendongkrak nama sebuah perusahaan rekaman menjadikannya korban keculasan.

"Saya niat nolongin untuk naik. Ternyata, orangnya cule (culas) setelah naik," kata Sammy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2015) , ketika melaporkan perusahaan rekaman PT Profesional Musik (Pro M) ke Bareskrim Polri.

Sammy mengungkapkan, ia bergabung dengan perusahaan rekaman tersebut pada 2010, ketika perusahaan itu didirikan. Sammy mengungkapkan pula, ia dikontrak oleh pihak perusahaan itu selama tiga tahun.

Sammy mengaku, selama itu ia tak menerima sepeser pun royalti penjualan dua albumnya.

"Materil tentang penjualan album, ring back tone (RBT), album kompilasi, tidak diterima," kata mantan vokalis band Kerispatih ini.

Sammy lalu melaporkan perusahaan yang pernah menaunginya tersebut ke Bareskrim Polri. Laporan itu berkait dengan wanprestasi rekaman musik, hak royalti, iklan, dan penjualan ring back tone (RBT), yang diduga dilakukan oleh pihak perusahaan tersebut.

Aduan Sammy ke Bareskrim Polri itu merupakan tindak lanjut dari gugatan perdata hak cipta yang dilayangkan oleh Sammy terhadap perusahaan tersebut melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 19 Oktober 2015.(*)

Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved