Sabtu, 25 April 2026

Tak Dihiraukan Wali Kota, Demo Pekerja di Batam Nyaris Ricuh

Pekerja gelisah karena tidak juga dapat menemui wali kota Batam, Ahmad Dahlan atau perwakilannya untuk menyalurkan aspirasinya

tribunnews batam/alvin
Sejumlah polisi wanita (Polwan) dihadapkan dengan ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) saat berdemonstrasi di Depan Gedung Pemko Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kericuhan hampir saja pecah saat aksi unjukrasa pekerja di halaman kantor wali kota Batam, Selasa (10/11) sore.

Ini terjadi ketika mendekati waktu berakhirnya izin aksi yang ditetapkan Polresta Barelang.

Pekerja gelisah karena tidak juga dapat menemui wali kota Batam, Ahmad Dahlan atau perwakilannya untuk menyalurkan aspirasinya.

Ketika salah seorang orator yang sudah meluluri wajahnya dengan odol, naik ke atas mobil mulai memprovokasi para pekerja lainnya.

Orator yang tak menyebut namanya itu mengajak rekan-rekannya untuk terus bertahan di halaman kantor wali kota hingga ditemui oleh mereka.

"Yang pulang diujung sana bencong. Kita sepakat dan satu komando sampai wali kota didatangkan. Kita harga mati sampai ditemui wali kotakan. Soalnya dia nggak mau ketemu sama kita," kata orator tersebut.

Buruh FSPMI yang mulai panas pun akhirnya berdiri dan bersiap-siap ingin melakukan tindakan anarkis.

Aparat kepolisian yang semula hanya duduk-duduk, langsung mengambil perlengkapan perlindungan diri dan membentuk barikade di depan pagar yang telah dilindungi kawat berduri.

Begitu juga para polisi bermotor yang langsung menaiki motornya dan bersiap-siap membubarkan massa.

Berbeda dengan buruh FSPMI, buruh dari SPSI‎ yang sudah diminta bubar lebih dulu memisahkan diri dan pulang. Mereka memilih membubarkan diri. Sementara buruh FSPMI meminta waktu perundingan antara PUK kepada kapolresta.

"Yang lain duduk dulu. Duduk sana. Yang diujung duduk, komandonya ada di sini. Kita tunggu PUK berunding," kata Pangkorda Garda Metal, Suprapto.

Selagi menunggu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol, Asep Safrudin melalui pengeras suara meminta buruh untuk bubar.

"Katanya mau komitmen. Saya minta kembali ke tempatnya masing-masing dengan tertib. Bung Prapto, tolong konsekuen, pukul 17.00 WIB. Tidak boleh ada yang mengganggu kamtibnas," kata Asep berulang-ulang.

Asep meminta pekerja untuk menyelesaikan perjuangannya dengan jalur yang tepat. ‎Usai berembuk, buruh FSPMI pun memilih bubar dan melanjutkan aksi demo esok hari. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved