Luar Biasa! Ulat Tepung Bantu Atasi Masalah Sampah Plastik

Ulat tepung mampu mengubah styrofoam menjadi karbon dioksida dan butiran-butiran materi yang bisa diuraikan.

Luar Biasa! Ulat Tepung Bantu Atasi Masalah Sampah Plastik
istimewa
ilustrasi ulat tepung

BATAM.TRIBUNNEWS.COM – Masalah sampah plastik global saat ini menjadi perhatian serius. Barang yang tidak dapat diurai kecuali dengan bantuan bahan kimia dianggap kurang maksimal mengurangi sampah plastik.

Berbagai cara dilakukan para pemerhati dan para peduli lingkungan hidup mengurangi sampah plastik tersebut.

Sebagian dianggap telah membantu dengan mendaurulang sampah plastic menjadi produk-produk menarik dan bermanfaat, namun masih belum bisa memberikan dampak signifikan terhadap berkurangnya sampah plastik di bumi ini.

Mengamati hal ini, Wei-Min Wu seorang peneliti dari Stanford University tergugah. Dari hasil risetnya, Wei-Min Wu mengungkap bahwa mealworm atau ulat tepung memiliki kemampuan untuk mengurai plastik berbahan polistirena.

Hasil riset yang diterbitkan menjadi dua makalah di jurnal Environmental Science and Technology itu berpotensi menyelesaikan masalah sampah plastik global.

Min Wu melakukan dua rangkaian penelitian. Penelitian pertama, dia dan timnya memberikan 34-39 miligram styrofoamke 100 ulat tepung.

Styrofoam juga termasuk plastik, tersusun atas bahan polistirena. Dosis styrofoam untuk ulat tepung dapat disetarakan dengan dosis satu pil untuk manusia.

Ulat tepung mampu mengubah styrofoam menjadi karbon dioksida dan butiran-butiran materi yang bisa diuraikan.

Saat melakukan tes kesehatan, Min Wu mengetahui bahwa ulat tepung yang memakan styrofoam sama sehatnya dengan ulat tepung yang makan biji-bijian.

Dalam studi kedua, Min Wu menggunakan mikroba dalam saluran pencernaan ulat tepung. Mikroba itulah yang membuat ulat tepung bisa menguraikan styrofoam.

Dalam percobaan, mikroba diminta menguraikan polistirena. Walaupun kecepatan penguraiannya lebih lambat, mikroba itu tetap bisa melakukannya.

Craig Riddle dari Stanford University yang menjadi supervisor dalam penelitian mengatakan bahwa hasil riset ini sangat menarik. "Kadang sains mengejutkan kita. Ini adalah kejutan," katanya seperti dikutip situs Popular Science, belum lama ini.

"Temuan kami membuka pintu untuk menyelesaikan masalah plastik global."

Ke depan, ia akan mencoba mengidentifikasi mikroba yang bisa menguraistyrofoam, dan mencoba mencari organisme semacam ulat tepung di laut. Dengan demikian, masalah plastik yang terakumulasi di lautan bisa diatasi. (*)

Penulis:
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved