Waspada! 79 Juta Netizen di Indonesia “Dekat” dengan Teroris
Rekruitmen terorisme terus berkembang. Cara rekruitmennya bukan lagi dengan tatap muka tetapi melalui dunia maya.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Rekruitmen terorisme terus berkembang. Cara rekruitmennya bukan lagi dengan tatap muka tetapi melalui dunia maya.
Dan ini diduga akan menjadi ladang subur bagi tumbuhnya terorisme.
Dari data BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) sepanjang 2014 ada 88 juta pengguna media maya atau internet di Indonesia.
Dari angka tersebut, sekitar 80-90% nya, atau 70,4 juta sampai 79,2 juta netizen adalah pemuda dengan rentang usia 21-30 tahun. Usia itu disebutkan yang paling rentan menerima paham radikalisme dari para teroris.
"Paham radikalisme merupakan embrio teroris, cara mereka masuk sekarang melalui media maya.”
“Dua hari yang lalu, dua anak muda yang dideportasi dari Singapura, ternyata setelah diinterogasi mereka mengaku akan ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Dua orang itu dicuci otaknya melalui dunia maya online," ujar Sekretaris Utama BNPT RI, Mayjen TNI Abdurrahman Kadir, Kamis (12/11/2015).
Kadir menjelaskan, di satu sisi ia merasa senang generasi muda melek internet, tetapi di sisi lain ia khawatir jika sampai generasi muda terjerumus dalam konten yang tidak diinginkan seperti gerakan terorisme.
Dalam workshop Program Damai di Dunia Maya yang berlangsung di Sanur, Denpasar, Bali ia mengimbau agar semua generasi muda dan orang tua melek terhadap internet.
Dan jika Anda menemukan kegiatan di online ataupun di dunia maya yang dirasa berbau terorisme atau paham radikal, bisa menghubungi BNPT atau Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
"Bisa menghubunginkami melalui pusat media damai BNPT, damailahidonesiaku.com isinya tentang informasi terorisme.jalandamai.org itu isinya edukasi penanggulangan terorisme, dan portaldamai.co.id isinya tentang komunitas anti terorisme" ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-kejahatan-dunia-maya_20150616_154018.jpg)