Kamis, 23 April 2026

Bayi Berkepala dua lahir Lahir Dari Keluarga Miskin di Bangladesh

"Dia memiliki dua kepala yang tumbuh sempurna. Dia makan lewat dua mulut dan bernafas lewat dua hidung. Alhamdulillah dia dan ibunya sekarang sehat,"

Istimewa
Bayi berkepala dua yang lahir di Bangladesh 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Bayi perempuan berkepala dua lahir di distrik Brahmanbaria, Bangladesh, Rabu malam (11/11/2015).

Bayi tersebut lahir melalui operasi caesar, dan kini sudah dirawat di ruang ICU rumah sakit terbesar di Dhaka.

"Dia memiliki dua kepala yang tumbuh sempurna. Dia makan lewat dua mulut dan bernafas lewat dua hidung. Alhamdulillah dia dan ibunya sekarang sehat," kata sang ayah, Mia Jamal, pada kantor berita AFP.

Menurut Abu Kawsar, pemilik Standard Hospital of Total Healthcare tempat si bayi di lahirkan, dari hasil tes diketahui bayi tersebut hanya memiliki satu set organ-organ vital.

"Selain dua kepalanya, semua organ dan bagian tubuhnya seperti bayi normal lainnya," katanya.

Berkemungkinan bayi itu mengalami kondisi yang dikenal sebagai dicephalic parapagus.

Yaitu kondisi yang sangat tidak biasa dari pertumbuhan janin kembar, dimana hanya satu tubuh saja yang berkembang.

Fenomena ini sangat langka, terjadi hanya 1 di antara 50.000 hingga 100.000 kelahiran. Demikian data dari Journal of Family and Reproductive Health, dilansir Daily Mail.

Meski banyak yang tak bertahan lama, yakni 60 persen meninggal dalam kandungan, atau sesaat setelah dilahirkan.

Kelahiran bayi berkepala dua tersebut mengundang perhatian masyarakat. Banyak orang yang datang dan memenuhi rumah sakit di Brahmanbaria, tempat bayi dilahirkan.

"Beruntung bayi kini sudah dipindahkan ke rumah sakit di Dhaka. Kalau tidak, susah bagi kami untuk mengendalikan orang ramai," kata Kawsar.

Ayah si bayi, Mia Jamal, kini kebingungan dengan masa depan putrinya. Sebab dia hanyalah buruh tani miskin.

"Saya merasa kasihan padanya. Dia lahir dengan ayah seorang pria miskin. Saya tak punya uang, bahkan untuk merawat ibunya," keluh Jamal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved