MUI Batam Minta Warga Waspadai WNA Pencari Suaka
Saya kira tetap harus diawasi, baik itu yang dari sana (Suriah) ataupun bukan. Kalau dalam negerinya kacau balau, kan wajar warga negaranya perlu mend
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Teror yang terjadi di Paris, membuka mata seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.
Kelompok radikal ISIS pun disebut-sebut sebagai biang keladi teror tersebut. Tak hanya ISIS, nama baik umat Islam di dunia pun ikut terseret-seret dalam peristiwa tersebut. Padahal, sebagian besar umat muslim sendiri mengecam tindakan keji tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam, bahwa apa yang dilakukan kelompok ISIS tidak dibenarkan dalam Islam.
"Cara-cara ISIS itu tidak dibenarkan, misalnya ada orang yang tidak mau ikut gerakan mereka, maka akan dibunuh. Perbuatan itu sangat tidak dibenarkan dalam islam, melakukan pembunuhan kepada orang tidak bersalah," ujar Usman Ahmad, Ketua MUI Batam.
Menurutnya, meski teror terjadi di Paris, namun pengawasan ketat pun tetap perlu dilakukan di Batam.
Tak terkecuali kepada orang asing yang masuk ke Batam, baik itu berstatus pencari suaka maupun lainnya. Dan bukan hanya kepada WNA asal Suriah dan Irak.
"Saya kira tetap harus diawasi, baik itu yang dari sana (Suriah) ataupun bukan. Kalau dalam negerinya kacau balau, kan wajar warga negaranya perlu mendapatkan perhatian lebih. Apalagi kalau negaranya terindikasi dijadikan basis ISIS. Walaupun memang yang namanya ISIS itu bukan warga Suriah saja, tapi juga Belgia, dan negara lainnya," tutur Usman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/para-imigran-yang-terlunta-lunta-di-taman-inspirasi-batam-centre1_20151020_122012.jpg)