Kasus Dugaan Aborsi Ilegal di Karimun Jalan Di Tempat?

Kasus yang ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun ini seakan jalan ditempat.

Kasus Dugaan Aborsi Ilegal di Karimun Jalan Di Tempat?
Istimewa
Ilustrasi aborsi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Masih ingat kasus dugaan aborsi ilegal yang ditemukan di sebuah rumah sakit bersalin swasta Kabupaten Karimun pada akhir September lalu?

Kasus yang ditangani Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun ini seakan jalan ditempat. Meski proses pendalaman kasus tersebut sudah dilakukan hampir dua bulan, namun hingga saat ini polisi sama sekali belum menetapkan tersangkanya.

"Kita belum tetapkan tersangkanya (kasus dugaan aborsi ilegal)," kata Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Hario Prasetyo Seno, yag dijumpai di ruangnya kemarin.

Padahal menurut Haryo pemeriksaan terhadap para saksi juga telah direncanakan sejak awal bulan oktober lalu. Ss (33), Ibu janin dijadwalkan dipanggil pada Senin (5/10/2015) lalu.

Begitu juga dengan pemeriksaa dokter spesialis yang menangani Ss, berinisial Rw serta manajemen rumah sakit bersalin swasta tersebut.

Diketahui sebelumnya penyidik telah menemukan adanya bukti kuitansi tagihan sebesar Rp 4,3 juta dari rumah sakit bersalin tersebut untuk Ka (26), suami siri Ss.

Diberitakan sebelumnya, warga Paya Manggis, RT 003 RW 001, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral mendadak heboh setelah janin berjenis laki-laki berusia sekitar 5 bulan ditemukan di daerah tersebut, Rabu (30/9/2015) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Warga menduga janin tersebut bayi tersebut hasil tindak pidana aborsi ilegal.

Mendapat laporan warga, polisi kemudian bergerak dan menemukan sebuah makam berisi janin dengan panjang sekitar 52 cm dengan batu nisan terbuat dari dua buah pecahan asbes atap rumah.
Sebuah ban sepeda anak-anak juga ditemukan tergeletak di atas makam tersebut. Makam itu juga diduga masih baru, itu terlihat dari taburan bunga di atasnya.

Tak jauh dari makam, polisi juga menemukan baskom kecil warna oranye serta satu buah cangkul yang diduga digunakan untuk menguburkan janin.

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved