Wilayah Karimun Rawan Penyelundupan Hewan Dan Tumbuhan
"Pelabuhan Karimun tergolong rawan I pelintasan hewan dan tumbuhan," kata Yuyun
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Perairan Kepri banyak dilintasi pelaku yang mengangkut hewan dan tumbuhan ilegal.
Pelabuhan-pelabuhan yang ada di Karimun seakan menjadi surga bagi para penyelundup tersebut.
Pernyataan itu disebutkan Kepala Karantina kelas II Tanjung Balai Karimun, Yuyun Marhayani pada rapat koordinasi yang bertemakan Dukungan TNI Angkatan Laut dalam pelaksanaan Operasional perkarantinaan Hewan dan Tumbuhan serta Pengawasan Keamanan Hayati di gedung Nasional Kabupaten Karimun, Kamis (26/11).
"Pelabuhan Karimun tergolong rawan I pelintasan hewan dan tumbuhan," kata Yuyun.
Untuk itu Yuyun meminta kepada instansi yang terkait seperti TNI AL membantu peningkatan pengawasan serta penindakan di perairan Karimun.
Ia berharap agar penyelundupan hewan dan tumbuhan dapat berkurang.
"Kita selalu berkoordinasi dengan TNI AL," tuturnya.
Danlanal Karimun, Letkol Laut (P) Hariyo Puernomo menyebutkan wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan memiliki kekayaan alam yang berlimpah.
Hal tersebut dikarenakan faktor geografis Indonesia yang berada di wilayah tropis.
Namun sayangnya kekayaan alam yang berupa tambang dan kekayaan hayati, baik di daratan ataupun perairan tersebut saat ini belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Sehingga pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka.
"Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia seharusnya dapat menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi," kata Haryo.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq mendukung penuh penindakan yang dilakukan Karantina untuk menekan angka penyelundupan hewan dan tumbuhan di Karimun.
"Dengan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya, mudah-mudahan stasion karantina Karimun dapat menjalankan tugasnya dengan baik," harap Rafiq.(*)