Sabtu, 11 April 2026

Penjabat Gubernur Kepri Minta Jalur Penerbangan Langsung Tiongkok-Batam

Agung Mulyana meminta agar Dubes mendorong Pemerintah Tiongkok untuk membuka jalur penerbangan langsung Tiongkok-Batam.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Penjabat Gubernur Kepri baru saja kembali dari Tiongkok.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Agung Mulyana mengatakan ada beberapa hal yang ia dorong untuk dikerjasamakan antara Kepri dengan pemerintah Tiongkok.

Ditemui di sela-sela seminar sehari Kagama di Harris Hotel Batam Centre, Kamis (3/12.2015) siang, ia mengatakan ada dua hal utama yang ia kemukakan kepada Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok.

"Saya kemarin ke sana ada dua tempat saya kunjungi, pertama ke kantor Duta Besar. Kedua saya ke Kota Longkou, ke Nanshan Industri. Ada dua hal yang saya sampaikan ke dubes, pak Sugeng Raharjo saat itu,"ujar dia.

Pertama, Agung meminta agar Dubes mendorong Pemerintah Tiongkok untuk membuka jalur penerbangan langsung Tiongkok-Batam. Ia melihat, potensi industrialis Tiongkok cukup berkembang pesat di Batam.

Terbukti, di sini pun sudah terbentuk asosiasi pengusaha Tiongkok.

"Artinya ada market. Jadi kita minta bantuan ke pak dubes diusulkanlah direct flight Tiongkok-Batam ke salah satu airline mereka. Apa iut China eastern, China southern atau Air China," ujarnya.

Dengan Direct Flight tersebut, maka bidang pariwisata Kepri dapat tergarap dengan maksimal.

Apalagi, Warga Negara Tiongkok sudah mendapatkan kemudahan, yakni free visa.

"Supaya bisa kita garap juga pariwisata kita, kan sudah banyak tuh warga negara sana menjadi turis. Kalau tidak begitu, nanti kita cuma dapat sisa-sisa saja dari Singapura. Kita nggak mau itu, kita maunya jadi yang utama," katanya.

‎Hal kedua yang ia sampaikan kepada Duta besar RI untuk Tiongkok, yakni mengenai potensi pengembangan industri di Batam yang memiliki status FTZ yang dilindungi oleh Undang-Undang.

"Jadi saya sampaikan tolong dipromosikan juga kepada pengusaha di sana. Bukan cuma Batam saja, tapi saya juga promosikan soal Bintan dan Karimun. Jadi saya nggak jualan soal Batam saja. Saya minta bantuan Dubes agar bisa membawa rombongan pengusaha Tiongkoklah untuk meninjau on the spot ke Kepri," tuturnya.

Hal tersebut pun langsung direspon positif dengan adanya ketertarikan dari top five hundred (Kadin Tiongkok) yang meliputi 500 an pengusaha top Tiongkok berkunjung ke Kepri.

"Pertengahan Januari, top 500 hundred atau seperti Kadin mereka akan datang ke Indonesia untuk lihat potensi-potensi kita," kata dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved