Badannya Putus, Kata Saksi KRL Tabrak Metromini

"Prank! Suaranya kenceng banget. Saya langsung manjat lewat tembok," cerita Nur

Editor: Mairi Nandarson
tribunnews/wahyuaji
Proses evakuasi korban usai tabrakan KRL dengan metromini, Minggu (6/12/2015) disaksikan banyak warga 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat tabrakkan KRL dengan Metro Mini terjadi, pria bernama Nur sedang berbelanja di Pasar yang letak Pasar bersebelahan dengan lintasan rel.

"Prank! Suaranya kenceng banget. Saya langsung manjat lewat tembok," cerita Nur di lokasi, Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015).

Nur dan beberapa orang lainnya, berusaha menyelamatkan korban kecelakaan itu.
Dia melihat, bagaimana kondisi korban, yang seorang perempuan badannya terpisah.

"Badannya putus. Perempuan. Tangannya patah-patah. Kejadiannya persis jam setengah sembilan," imbuhnya.

Menurut Nur hampir 13 korban yang tewas dalam kecelakaan itu, kondisinya mengenaskan.

Dia sempat menunjukkan adanya bekas darah dari seorang korban yang kepalanya pecah.

"Banyak darah di situ yang ditutupin koran," ucap Nur seraya menunjuk ke arah koran-koran di sekitar lintasan kereta api.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved