Minggu, 10 Mei 2026

Pencatutan Nama Presiden

Usai Diperiksa Tertutup oleh MKD, Setya Novanto Keluar dengan Senyum dan Lambaian Tangan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto selesai menjalani pemeriksaan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, Senin (7/12/2015).

Tayang:
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
Ketua DPR RI Setya Novanto usai melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto selesai menjalani pemeriksaan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, Senin (7/12/2015).

Setya tampak keluar ruangan dengan santai, sambil tersenyum melambakan tangannya ke kamera awak media yang sudah menunggu.

Dia sempat memberikan pernyataan singkat.

Dia membantah semua tuduhan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan menyatakan dirinya tak bersalah.

"Sudah saya sampaikan sejelas-jelasnya. Saya terima kasih kepada MKD yang sudah memberikan kesempatan," kata Novanto.

Politisi Partai Golkar ini didampingi oleh pengacaranya Firman Wijaya.

Ada pula politisi Golkar Roem Kono dan Nurul Arifin yang juga merupakan staf khusus Ketua DPR.

"Tentu saya sudah sampaikan secara detil, karena itu saya tidak bersalah. Karena itu saya serahkan kepada MKD sejelas jelasnya," ucap Setya.

Tak ada sesi tanya jawab. Setya pun langsung meninggalkan wartawan dengan penjagaan ketat petugas pengamanan dalam DPR.

Dalam kasusnya ini, Setya diduga dibantu pengusaha minyak Riza Chalid meminta sejumlah saham dan proyek listrik kepada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved