Bulog Tanjungpinang Klaim Stok dan Harga Beras Stabil. Ini Rincian Jatah Kuota Beras di Kepri

Masalah kelangkaan dan kenaikan harga beras di Kepri sepertinya sudah mulai bisa diatasi oleh Bulog.

Bulog Tanjungpinang Klaim Stok dan Harga Beras Stabil. Ini Rincian Jatah Kuota Beras di Kepri
tribunnews batam/thomm
Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Edi Hanif (kanan) menjawab pertanyaan Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana (sebelahnya) pada peninjauannya di gudang Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Sabtu (19/12/2015) siang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Masalah kelangkaan dan kenaikan harga beras di Kepri sepertinya sudah mulai bisa diatasi oleh Bulog.

Setidaknya, menjelang akhir tahun, persediaan beras dan harganya relatif stabil.

Kestabilan pasokan dan harga beras di pasaran pada sejumlah kabupaten/kota se-Kepri disampaikan oleh Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Edi Hanif menjawab pertanyaan Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana pada peninjauannya di gudang Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Sabtu (19/12/2015) siang.

Bulog Sub Divre Tanjungpinang menyakupi wilayah Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna.

"Berapa jumlah pasokan beras di gudang Bulog saat ini. Apakah pasokan itu bisa bertahan sampai Natal dan Tahun Baru. Berapa cadangannya. Berapa jumlah beras yang sudah dilepaskan ke masyarakat. Apakah kondisi pasokan beras saat ini aman atau rawan. Berapa lama bertahan. Kapan beras dikirim lagi dari Jakarta. Saya minta bapak jelaskan kepada saya," kata Agung ketika meninjau gudang Bulog bersama Edi.

Menurut Edi, persediaan beras di gudang Bulog Sub Divre Tanjungpinang saat ini mencapai 1.700 ton.

Persediaan tersebut dinilai masih bisa mencukupi kebutuhan beras untuk warga Tanjungpinang dan Bintan sampai dengan Februari 2016.

"Beras di dalam gudang ini berkualitas 15 persen pecah. Kalau dijual kepada masyarakat melalui operasi pasarnya, harganya mencapai Rp 8.400 per kilogram. Pokoknya persediaan beras untuk masyarakat Tanjungpinang dan Bintan relatif tak ada masalah,"sebut Edi.

Selain di Tanjungpinang dan Bintan, persediaan beras dalam gudang Bulog di Natuna, Anambas dan Lingga pun terbilang aman.

Edi mengakui bahwa persediaan beras dalam masing-masing gudang Bulog di ketiga kabupaten itu sebanyak 500 ton.

Akan tetapi, beras tersebut akan dijual dengan harga mencapai Rp 10.000 per kilogram di daerah-daerah tersebut.

"Nanti dalam waktu dekat, beras dengan kualitas lebih bagus dari beras di gudang ini akan didatangkan dari Jakarta. Potensi pecah beras ini hanya mencapai 5 persen saja. Tentu kualitasnya lebih baik dari beras yang dipakai untuk operasi pasar. Kalau tidak salah, beras tersebut akan tiba di Tanjungpinang besok," jelas Edi.

Jumlah beras dengan potensi pecah 5 persen yang akan tiba di pelabuhan Sri Payung Tanjungpinang ini berjumlah 700 ton.

Beras dengan kualitas yang sama akan disalurkan ke Natuna, Anambas dan Lingga masing-masing sebanyak 500 ton.

Namun, Edi mengakui sedikit kesulitan memuat beras tersebut dari Dumai, Riau, ke pulau-pulau itu. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved