Agung Mulyana Pensiun, Penjabat Gubernur Kepri akan Diemban Nuryanto dan Dilantik 30 Desember

Mendagri RI memastikan bahwa Penjabat Gubernur Kepri akan diembang oleh Nuryanto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga.

Agung Mulyana Pensiun, Penjabat Gubernur Kepri akan Diemban Nuryanto dan Dilantik 30 Desember
istimewa
Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana berfoto bersama warga, usai menyaksikan pencoblosan di perumahan Marcelia, Rabu (8/12/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana sudah genap berusia pensiun 60 tahun pada Senin (7/12) lalu.

Ia pun harus pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Karena itu, segala jabatan yang melekat padanya sebagai seorang ASN dengan sendirinya mesti ditanggalkan.

Berdasarkan ketentuan tersebut, Agung harus melepaskan jabatannya sebagai Penjabat Gubernur Kepri.

Dia tidak berstatus Penjabat Gubernur Kepri mulai pada 31 Desember 2015 nanti.

Jabatan tersebut harus diisi oleh penjabat lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI).

"Pak Penjabat Gubernur sekarang ini sudah pensiun sebagai ASN. Padahal, status Penjabat Gubernur itu harus diemban oleh seorang ASN. Karena itu, dia harus melepaskan segala jabatan yang melekat padanya sebagai ASN per 31 Desember 2015 ini dan harus diganti oleh penjabat lain yang ditunjuk Mendagri RI," kata Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, kepada Tribun Batam, Jumat (25/12/2015) sore.

Jumaga menginformasikan bahwa pada Senin (21/12) lalu, DPRD Kepri sudah bertemu dengan Mendagri RI (Cahyo Kumolo_red) untuk menanyakan siapa Penjabat Gubernur Kepri yang menggantikan Agung.

Mendagri RI pun memastikan bahwa Penjabat Gubernur Kepri akan diembang oleh Nuryanto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antarlembaga pada Kemendagri RI.

"Mendagri sudah menunjuk Pak Nuryanto, seorang staf ahlinya untuk mengemban jabatan sebagai Penjabat Gubernur Kepri. Dia dilantik pada Rabu (30/12) di Gedung Daerah Tanjungpinang," ungkap Jumaga.

Informasi mengenai akhir masa jabatannya sebagai Penjabat Gubernur Kepri pada 31 Desember 2015 ini memang diakui oleh Agung sendiri.

Dalam pertemuan terakhir dengan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Agung sudah mengungkapkan kata-kata perpisahan, walaupun dia sendiri belum menerima keputusan resmi dari Mendagri RI terkait statusnya.

"Saya sendiri belum menerima keputusan resmi dari Mendagri. Saya sebagai ASN selalu bekerja berdasarkan surat keputusan (SK) dari pemimpin saya. Nah, saya sendiri belum menerima SK tersebut. Memang status ASN saya akan berakhir pada 31 Desember 2015 ini. Namun, ada ketentuan lain yang menyatakan bahwa jabatan kepala daerah itu bisa diemban oleh pejabat dengan perjanjian kontrak. Saya sendiri berharap agar Mendagri memberikan status sebagai pejabat dengan perjanjian kontrak tertentu kepada saya," ungkap Agung menanggapi pertanyaan awak media, pekan lalu. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved