Jumat, 12 Juni 2026

Kapolres Tanjungpinang Klarifikasi Isi Makalah Bertajuk Terorisme dan Radikalisme

isi makalah yang dibagikan kepada para peserta yang hadir, tidak sesuai dengan apa yang disampaikannya dalam seminar tersebut.

Tayang:
Penulis: Thom Limahekin |
Istimewa
Kapolres Tanjungpinang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kristian Parluhutan Siagian 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Teks makalah Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanjungpinang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kristian Parluhutan Siagian dalam sebuah seminar bertajuk "Terorisme Dan Radikalisme" di aula Kantor Gubernur Kepri pada Selasa (22/12/2015) lalu, menuai reaksi dari sejumlah tokoh agama di Tanjungpinang.

Kristian langsung menglarifikasi kesalahan teknis dari isi makalah itu.

Dia menegaskan bahwa isi makalah yang dibagikan kepada para peserta yang hadir, tidak sesuai dengan apa yang disampaikannya dalam seminar tersebut.

Sebab, isi makalahnya merupakan hasil plagiat atau copy paste dari salah satu artikel di internet.

"Saya sudah menglarifikasi masalah ini kepada beberapa ustaz yang datang ke kantor Polres. Kepada tokoh agama, ormas keagamaan, masyarakat Tanjungpinang yang membaca artikel tersebut saya meminta maaf. Ini adalah kesalahan staf pribadi saya, yang meng-copy dari internet," ungkap Kristian kepada awak media, Minggu (27/12/2015).

Kristian sekali lagi menegaskan bahwa isi materi berupa selembaran tersebut, sepenuhnya tidak sesuai dengan apa yang disampaikannya pada forum itu.

Karena itu dia mengharapkan agar materi yang sudah dibagikan oleh panitia pada saat acara itu berlangsung mesti ditarik kembali.

"Pada Senin (28/12) ini kami juga mengirimkan surat dan menghimbau kepada panitia pelaksana seminar tentang 'Radikalisme dan Terorisme' di Indonesia, yakni Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kepri, agar makalah yang dibagikan kepada peserta segera ditarik kembali," kata Kristian lagi.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Front Pembela Islam Kepulauan Riau, Dedi Sanjaya mengaku sudah bersama-sama Ormas lainnya melakukan klarifikasi kepada Kapolres Tanjungpinang terkait materi yang dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir pada acara tersebut.

"Kemarin, saya bersama ustaz-ustazah dan perwakilan Ormas lainnya sudah datang ke kantor Polres. Pak Kapolres sendiri sudah mengakui ada kesalahpahaman terkait materi yang dibagikan itu," ungkap Dedi.

Dia menjelaskan, kesalahan seperti ini dikhawatirkan akan berdampak negatif pada kalangan tertentu. Sebab, dalam makalah yang dibagikan panitia tersebut, tercetak simbol-simbol salah satu agama yang dianggap sebagai indikasi teroris.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved