Jumat, 1 Mei 2026

HEBOH! Kabar Pasutri Nelayan dari Anambas yang Dinyatakan Hilang Sepekan Lalu, Sudah Ditemukan

Warga Anambas,sedang dihebohkan dengan kabar ditemukannya pasangan suami istri, Sapri-Masnah, nelayan asal Jemaja yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Tayang:

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- ‎Warga Anambas, Kepri, sedang dihebohkan dengan kabar ditemukannya pasangan suami istri, Sapri dan Masnah, nelayan asal Jemaja yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Sapri dan Masnah dikabarkan menghilang sejak Minggu (20/12/2015) lalu saat melaut.

Informasi yang beredar di masyarakat, pasangan tersebut telah ditemukan di sekitar perairan antara Anambas dan Kijang, Bintan.

"Informasinya berkembang seperti itu. Banyak yang menyebutkan, bahwa mereka ditemukan di sekitar perairan antara Anambas dengan Kijang,"ujar Usman, salah seorang warga Anambas, Selasa (29/12/2015).

Ia menambahkan, pasangan suami istri diketahui melaut ‎di sekitar Tokong Buluh tidak jauh dari Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur.

Kemungkinan keduanya terbawa arus hingga sampai ke perairan dekat Kijang.

Usman juga menyebutkan pasangan itu diselamatkan oleh nelayan Kijang yang kebetulan tengah melaut di sekitar perairan itu.

"Mereka kemungkinan terbawa arus, serta diselamatkan oleh nelayan yang kebetulan tengah melaut. Dari informasi yang berkembang itu, keluarga mereka di Tanjungpinang saat ini tengah menunggu mereka," bebernya.

‎Sementara itu, Camat Jemaja Roby Sanjaya tampak berhati-hati dalam menanggapi kabar yang berkembang tersebut.

Ia mengaku belum mendapat informasi yang jelas perihal kebenaran kabar itu.

Kendati demikian, Roby akan terus melaporkan perkembangan terkait pasangan suami istri itu.

"Saya belum mendapat informasi yang jelas. Bila ada perkembangan, nanti akan kami kabari lebih lanjut," terangnya melalui layanan pesan singkat kepada Tribun Batam.

Upaya untuk mencari pasangan suami istri yang dinyatakan hilang tersebut sebelumnya sudah dilakukan baik dari warga hingga melibatkan unsur instansi vertikal.

Sedikitnya, lima orang tim SAR, empat orang Anak Buah Kapal (ABK), dan dua orang staf Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyusuri sekitar pulau-pulau seperti Pulau Bawah, dan Pulau Repong.

Tim gabungan itu pun, berangkat dengan menggunakan kapal Mina Maritim 166 bantuan pemerintah pusat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved