Siswi SMA di Batam Hilang

Soal Praperadilan Wardiaman, Kapolresta : "Hari Gini Kok Polisi Masih Salah Proses Penangkapan"

"Ia memang itu yang dipersoalkan oleh kuasa hukum. Hari gini kok polisi masih salah (prosedur) dalam proses ‎menangkap,"ujarnya dengan nada santai.

Soal Praperadilan Wardiaman, Kapolresta :
tribunnews batam/ian pertanian
Kapolres Polresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin. 

‎BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Beberapa tuduhan pemohon pra peradilan kasus Wardiaman Zebua (WZ) tidak membuat Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin gentar.

Ia yakin, gugatan itu tidak dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Asep menegaskan, bukti yang dituduhkan polisi untuk menjerat Wardiaman menjadi seorang tersangka pembunuhan Dian Milenia Tresna Afiefa, siswi SMAN 1 Batam, sudahlah sangat kuat.

"Soal tuduhan kita lemah dalam bukti pada pra peradilan ini, itu kan hak sebagai seorang pengacara,"ujar Asep di Mapolresta Barelang, Kamis (7/1/2016) siang.

Dalam sidang pra peradilan yang digelar Selasa (5/1/2016), pemohon atau kuasa hukum Wardiaman menganggap 19 bukti yang dipaparkan polisi dalam pra peradilan tidaklah menguatkan polisi dalam menetapkan Wardiaman sebagai tersangka.

Selain itu, beberapa prosedur penangkapan terhadap Wardiaman yang dilakukan oleh polisi di rumahnya juga menjadi salah satu yang dipersoalkan oleh kuasa hukum Wardiaman.

"Ia memang itu yang dipersoalkan oleh kuasa hukum. Hari gini kok polisi masih salah (prosedur) dalam proses ‎menangkap,"ujarnya dengan nada santai.

Dari 19 alat bukti yang dipaparkan dalam pra peradilan, diakui Asep memanglah tidak menyertakan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan.

Namun hal itu bukanlah suatu masalah dalam proses pra peradilan.

Apakah barang bukti itu akan dimasukkan dalam berkas penyidikan? Ia mengatakan, polisi akan menyertakan jika itu diperlukan.‎

"Kalau diperlukan dimasukkan ke dalam berkas penyidikan kita, ya kita masukan. Tapi kalau tidak perlu ya tidak dimasukan,"katanya.

Lebih lanjut, lie detector bukanlah barang bukti mutlak untuk disertakan dalam berkas penyidikan polisi.

Alat tersebut hanyalah sebatas digunakan untuk membantu proses investigasi dalam penyelidikan polisi.‎

"Jadi bukan hal yang mutlak. Tapi kalau memang perlu nanti kita masukan ke berkas," imbuhnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved