Bus Bawa Rombongan WNI di Malaysia Alami Kecelakaan, Dua Orang Tewas

KBRI Kuala Lumpur membuka hotline bagi keluarga korban. Hotline KBRI Kuala Lumpur di +60193345114 atas nama Yudha

Bus Bawa Rombongan WNI di Malaysia Alami Kecelakaan, Dua Orang Tewas
twitter/thestarcommy
Kecelakaan bus di Kuala Selangor, Malaysia yang menewaskan dua warga Indonesia, Sabtu (9/1/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KUALA SELANGOR - Dua warga negara Indonesia dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan bus di daerah Asam Jawa, Kuala Selangor, Malaysia.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, keduanya meninggal dunia di lokasi kecelakaan.

"Sementara ini ada dua yang sudah diketahui meninggal di lokasi," ujar Iqbal melalui pesan singkat, Sabtu (9/1/2016).

Iqbal mengatakan, jumlah penumpang di dalam bus sekitar 48 orang. Berdasarkan data awal, 42 di antaranya merupakan WNI.

Menurut Iqbal, di antara korban luka, ada beberapa orang yang dalam kondisi kritis.

"Yang sekarang di data kita adalah 28 selamat, 7 luka, dan 2 meninggal," kata Iqbal.

Para korban kecelakaan dilarikan ke rumah sakit Sungai Buloh dan rumah sakit Tanjung Karang, Malaysia.

Sementara korban yang selamat berada di kantor polisi Kuala Selangor.

"KBRI akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh korban, meninggal maupun luka, tertangani dengan baik," kata Iqbal.

Saat ini, Kemenlu belum merilis nama-nama korban. Iqbal mengatakan, kemungkinan nama-nama WNI yang menjadi korban kecelakaan akan dirilis esok hari setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan rumah sakit.

Bus yang ditumpangi puluhan WNI itu terperosok ke dalam parit di daerah Asam Jawa menuju Pelabuhan Jetty Perak.

Bus tersebut tertabrak oleh truk kontainer. Ekor truk menabrak kepala bus yang menyebabkan sopirnya terpental ke jalanan.

Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kuala Lumpur membuka hotline bagi keluarga korban. Hotline KBRI Kuala Lumpur di +60193345114 atas nama Yudha, sementara hotline Kemenlu di 081289009045 atas nama Herman.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved