Terlibat Dugaan Korupsi, Mantan Anggota Dewan Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Mantan anggota DPRD Kepri, Abdul Aziz dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 8 tahun penjara.

Terlibat Dugaan Korupsi, Mantan Anggota Dewan Ini Dituntut 8 Tahun Penjara
tribunnews batam/alvin
Dok- Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri akhirnya berhasil menangkap tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) Abdul Aziz, S,sos, MM, Msi (tengah), Jumat (29/5/2015) sore di Sky View Hotel Batam Centre. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Mantan anggota DPRD Kepri, Abdul Aziz dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 8 tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindakan melawan hukum dalam penyalahgunaan dana Bantuaan sosial (Bansos) Provinsi Kepri Tahun 2012 sebesar Rp1,5 miliar.

Dalam fakta persidangan terungkap, Aziz selaku anggota DPRD Kepri kala itu bisa mendapatkan aliran dana Bansos berawal dari usulan aspirasinya selaku anggota dewan.

Bahkan dari nilai dana Bansos sebesar Rp 1,5 miliar, Aziz juga diketahui sebagai pihak yang paling banyak menikmati nilai kerugian negara sebesar Rp 816 juta.

Ironisnya, Aziz juga diketahui sebagai pihak yang mempunyai peran paling penting dalam menyelewengkan keuangan negara yang berasal dari dana APBD Kepri.

Namun penerapan hukum tidak menimbang siapa pihak yang paling berperan, dalam kasus ini juga menyeret masyarakat yang dikendalikan Aziz melakukan tindakan melawan hukum.

Obos Bastaman alias Cece Sabana, walaupun selalu ditemani tongkat kayu setiap menghadiri persidangan ternyata mendapat perlakuan yang sama dimata hukum.

JPU menuntutnya selama 8 tahun penjara. Tuntutan selama 8 tahun penjara terhadap kedua terdakwa, yakni akumulasi dari tuntutan selama 5 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan dan kewajiban mengembalikan kerugian negara dan jika tidak sanggup diganti dengan kurungan penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Jaksa penuntut Umum (JPU) Tanjung dalam tuntutannya menyebut kedua terdakwa wajib mengembalikan kerugian negara sesuai dengan nilai yang dipergunakannya masing-masing.

Untuk terdakwa Aziz wajib mengembalikan kerugian negara senilai Rp 816 juta, sementara Obos Bastaman senilai Rp 495 juta.

"Terdakwa terbukti melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dalam dakwaan Primer," ucap Tanjung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Rabu (13/1/2016).

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, kedua terdakwa langsung mengajukan pembelaan. Sidang dipimpin Dameparulian SH sebagai Ketua Majelis Hakim dibantu oleh Patan Riadi SH dan Jhony Gultom SH, akhirnya menunda persidangan.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved