Mahasiswi Unrika Batam Menghilang

Ini Pengakuan Mahasiswi Unrika Nelly Terkait Penyekapan Dirinya di Gubuk Bersama Satu Wanita Lain

Penyekapan mahasiswi Unrika, Zefny Nelly, yang nyaris jadi korban kejahatan tidak ubahnya seperti cerita sinetron.

Ini Pengakuan Mahasiswi Unrika Nelly Terkait Penyekapan Dirinya di Gubuk Bersama Satu Wanita Lain
tribunnews batam/leo
Mahasiswi Unrika Zefny Nelly (kiri) ditemana ibu, ayah, dan adiknya di kediaman mereka di Tiban Kampung, Batam, Kamis (14/1/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penyekapan mahasiswi Unrika, Zefny Nelly, yang nyaris jadi korban kejahatan tidak ubahnya seperti cerita sinetron.

Dari pengakuan Nelly saat ditemui Tribun Batam di kediamannya, Tiban Kampung, Kamis (14/1/2016), ia disekap di sebuah gubuk di dalam hutan yang terletak di sekitar Batuaji, Batam, Selasa (12/1/2016) malam.

Saat disekap, ia tidak sendirian.

Nelly bersama satu ibu-ibu korban senasib yang usianya sekitar 40-an tahun.

Nelly dan wanita paruh baya tersebut bekerja sama melepaskan jeratan tali yang diikat oleh pelaku penyekapan.

Nelly dan ibu yang belum diketahui namanya itu, tangan mereka sama-sama diikat ke belakang.

Pada Rabu (13/1/2016) subuh, setelah berjam-jam disekap, mereka saling sepakat melepaskan jeratan tali dengan cara sambil membelakangi dan memainkan fungsi jari-jari mereka untuk melepaskan jeratan tali.

Mereka bisa leluasa melepaskan tali ikatan karena keduanya ditinggal begitu saja oleh pelaku.

"Tangan kami kan diikat berdua ke belakang. Ada ibu-ibu juga satu nasib sama saya. Jadi kami saling membelakangi dan melepaskan tali jeratan tali,"ungkap Nelly yang tampak masih trauma.

Setelah terlepas tali ikatan itu, lalu keduanya berlari meninggalkan gubuk itu.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved