Mahasiswi Unrika Batam Menghilang

"Keluar Apotek, Nelly Disekap dan Pingsan. Begitu Bangun Sudah di Mobil Bersama Satu Tawanan Lain"

Zainah, tente Zefny Nelly, mahasiswi Unrika, menceritakan kronologi bagaimana Nelly bisa menghilang pada Selasa (12/1/2016).

tribunnews batam/eko setiawan
Zefny Nelly (kiri), mahasiswi Unrika bersama Zainah, tentenya saat berada di RSBP, Sekupang, Batam, ketika hendak visum, Rabu (13/1/2016) malam. 

BATAM,TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Zainah, tente Zefny Nelly, mahasiswi Unrika, menceritakan kronologi bagaimana Nelly bisa menghilang pada Selasa (12/1/2016).

Ditemui Tribun Batam Rabu (13/1/2016) malam di RSBP Sekupang, Batam, saat menemani Nelly melakukan visum, Zainah menuturkan Selasa (12/1/2016) malam saat kejadian, Nelly memang ia berada di apotek untuk membeli obat.

Saat itu, Nelly mengaku mengeluh sedang sakit magh.

Saat dia keluar dari apotek, tiba-tiba dari belakang ada tiga pemuda yang menyekap mulutnya dari belakang hingga dia lemah dan tak sadarkan diri.

"Memang dia berada di apotek itu untuk beli obat. Setelah keluar baru dia disekap sama orang. Dia langsung pingsan,"kata Zainah.

Begitu sadar, lanjut Zainah, Nelly sudah berada di dalam mobil dengan satu tawanan lagi.

"Bangun-bangun dia sudah berada di dalam mobil dengan satu tawanan lagi," sebut Zainah.

Setiba ditempat penyekapan, tanganya langsung diikat kebelakang.

Nelly dan tawanan lainnya, kata Zainah, didudukan keatas kursi.

Selama seharian disana mereka tidak pernah diberi makan.

Bahkan Nelly sempat disiksa dengan menyilet mukanya dan membenturkan kepala di bagian belakangnya.

"Dia mengeluhkan sakit di bagian kepala belakang, makanya kita akan lakukan visum," singkatnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved