Mahasiswi Unrika Batam Menghilang

Ibu Nelly: "Anak Saya tidak Alami Kekerasan Seksual, Hanya Kepalanya Disilet Pelaku"

Berdasarkan keterangan Farida (46), ibunda mahasiswi Unrika Zefny Nelly tidak mengalami kejahatan seksual dari pelaku, hanya disilet kepalanya.

tribunnews batam/leo
Mahasiswi Unrika, Zefny Nelly (kiri) didampingi Farida, ibunya, saat ditemui di kediamannya, Tiban Kampung, Batam, Kamis (14/1/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Berdasarkan keterangan Farida (46), ibunda mahasiswi Unrika Zefny Nelly yang mengaku sempat disekap sekelompok pria tak dikenal, anaknya sama sekali tidak mengalami kejahatan seksual dari pelaku.

Hanya saja dia sesekali ditepuk keras oleh pelaku.

Farida menceritakan, selama sekitar 12 jam dalam peneyekapan, Nelly dan satu wanita lain yang berusia sekitar 40-an yang senasib dengan dia, tidak diberi makan dan minum.

"Alhamdulillah mas anak saya sudah kembali. Mungkin secara batin dan kemanusiaan sebagai orangtua tak terima anaknya dibawa ke hutan. Tapi syukur Alhamdulillah anak saya Nelly sudah pulang ke rumah dan bersama kami," kata Farid berulang-ulang saat ditemui di kediamannya, Tiban Kampung, Batam, Kamis (14/1/2016).

Farida mengatakan tidak menyangka jika anak pertamanya itu menjadi korban penyekapan oleh penjahat yang belum terungkap identitasnya itu.

"Gak nyangka mas anak saya jadi begini,"ungkap Farida.

Berdasarkan penuturan Farida, anaknya diduga nyaris jadi korban penjualan manusia.

Syukurnya, Nelly tidak mendapat kejahatan seksual.

"Tidak diapa-apain. Hanya luka karena disilet sama pelaku," terang Farida yang juga didampingi suaminya, Azmil.

Hal senada juga diungkapkan adik Nelly, Nella Febrianti.

Ditemui di tempat yang sama, Nella mengucapkan syukur karena kakak kandung satu-satunya sudah pulang dalam keadaan sehat dan tidak menjadi korban yang dapat merenggut nyawa.

"Saya makasih banget lah kakak dah pulang,''katanya.

Keluarga kecil ini berharap supaya polisi cepat mengungkap siapa pelaku sebenarnya.

Ditindak tegas sampai ke jeruji besi supaya anak orang lain tidak menjadi korban lanjutan mereka.

"Kami dari kelaurga pertama-tama mengucapkan syukur karena Nelly sudah pulang. Dan kepada polisi cepat-cepat tangkap pelaku.kasih pelajaran sampai ke penjara. Supaya korban lain tak nyusul,"kata Azmil, ayah Nelly. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved