Wako Batam Minta Pemprov Kepri Segera Selesaikan Evaluasi APBD Batam 2016

Wali Kota Batam ‎Ahmad Dahlan berharap hasil evaluasi APBD tahun 2016 segera diselesaikan Pemprov Kepri.

tribunnewsvideo/ hadi maulana
Ahmad Dahlan dan sejumlah pimpinan DPRD Kota Batam melakukan salam komanda usai menandatangani APBD Kota Batam 2016. Tribun/ Hadi Maulana 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Wali Kota Batam Ahmad Dahlan berharap hasil evaluasi APBD tahun 2016 segera selesai.

Pasalnya, hingga kini Pemko Batam belum juga menerima hasil evaluasi terhadap APBD tahun 2016 dari pemerintah provinsi Kepri.

Padahal sesuai ketentuan, waktu untuk Gubernur Kepri hanya menyelesaikan evaluasi APBD Kabupaten/kota selambatnya15 hari kerja sejak diterima, atau kini tinggal satu minggu lagi.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan hingga saat ini belum menerima hasil evaluasi tersebut.

Namun ia mengaku optimis hasil evaluasi dari Gubernur akan segera diterima sebelum waktunya selesai.

"Masih di provinsi, kita belum terima. Mudah-mudahan‎ segera lah," ujar Dahlan kepada wartawan di lantai 5 Pemko Batam.

Meski belum menerima hasil evaluasi tersebut, ia pun optimis program pemerintah tidak akan ada yang terganggu.

"Tidak masalahlah, kan tinggal tunggu Gubernur saja. Kalau sudah selesai dari dewan dan tinggal menunggu evaluasi, tidak masalah lagi. Makanya semua aktivitas berjalan normal," kata Dahlan.

Sesuai dengan Permendagri nomor 16 tahun 2007, tentang tata cara evaluasi Ranperda tentang APBD, menyebutkan, RAPBD yang telah disetujui bersama DPRD, paling lambat tiga hari kerja disampaikan kepada gubernur untuk dievaluasi. Selanjutnya dalam peraturan itu disebutkan,

Gubernur melaporkan hasil evaluasi atas rancangan peraturan daerah kabupaten/kota tentang APBD kepada Menteri Dalam Negeri (mendagri).

Hasil evaluasi dituangkan dalam keputusan gubernur dan disampaikan kepada bupati/walikota paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya rancangan.

Jika mengacu pada Permen itu, maka batas waktu evaluasi APBD Kota Batam, selambat-lambatnya sudah dikeluarkan, pada 27 Januari 2015.

Sementara itu sebelumnya Wakil Ketua DPRD Batam, Iman Setiawan, yang juga mewakili Banggar, menjelaskan APBD Batam menggunakan pola defisit anggaran untuk tahun 2016.

Ia menyebutkan defisit anggaran sekitar Rp 190.449.636.797, karena pendapatan daerah sebesar Rp 2.399.911.759.453, sementara belanja daerah sebesar Rp 2.590.361.396.250. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved