Yang Dianggarkan di APBD 2016 Hanya Rp41 Miliar, Ternyata Utang Pemko Tanjungpinang Rp86 miliar

"Ini berarti APBD 2016 akan ada masalah. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk belanja daerah, harus dialihkan buat bayar hutang," katanya

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pembengkakan hutang Pemerintah Kota Tanjungpinang kepada pihak ketiga pada 2015, bakal memperngaruhi belanja APBD 2016.

Karena itu, Pemko Tanjungpinang harus cepat mencari solusi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang.

Menurut Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu, dalam APBD 2016 Tanjungpinang yang sudah diketok, anggaran tunda bayar atau hutang 2015 dialokasikan sebesar Rp41 miliar.

Jumlah itu berdasarkan perkiraan Pemko Tanjungpinang, namun belakangan diketahui hutang Pemko Tanjungpinang pada 2015 lebih besar, yakni mencapai Rp86 miliar lebih.

"Ini berarti APBD 2016 akan ada masalah. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk belanja daerah, harus dialihkan buat bayar hutang.

Belum lagi pendapatan Pemko Tanjungpinang yang menurun. Hutang meningkat pendapatan menurun, artinya belanja kecil," katanya, Jumat (22/1/2016).

Kekurangan tunda bayar kegiatan 2015 tidak bisa dibayarkan pada APBD Murni 2016, karena APBD sudah diketuk dan dana tunda bayar yang dianggarkan hanya sekitar Rp41 miliar.

"Eksekutif harus segera memberitahukan DPRD untuk koreksi bersama. Mereka juga harus terbuka, hutang itu apa saja dan pada siapa. Solusinya, ya APBD Perubahan harus dipercepat," katanya.

Penulis:
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved