Kejahatan Pecah Kaca Mobil

Polisi Belum Ungkap Kejahatan Pecah Kaca Mobil di Parkiran Dispenda Karimun karena tak Ada Saksi

Kasus pecah kaca mobil yang terjadi di prkiran Dinas Pendapatan Daeerah Kabupaten Karimun pada Jumat (22/1) masih dalam penyelidikan polisi.

Polisi Belum Ungkap Kejahatan Pecah Kaca Mobil di Parkiran Dispenda Karimun karena tak Ada Saksi
tribun/rachtayahya
Polisi memerika mobil yang dikendarai Nasir usai terjadi pencurian uang dengan modus pecah kaca mobil, Jumat (22/1/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kasus pecah kaca mobil yang terjadi di parkiran Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karimun pada Jumat (22/1) masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawl Wijaya mengatakan kejadian yang serupa juga pernah menimpa korban bernama Nasir yang merupakan supir PT Tri Megah Perkasa Utama (TMPU).

"Korban juga pernah mengalami pecah kaca sekitar tiga tahun lalu," kata I Made, Sabtu (23/1).

Karena tindak kejahatan pecah kaca jarang dan sudah lama terjadi, I Made menegaskan jika pengungkapan kasus ini merupakan atensi bagi Polres Karimun.

"Ini atensi dari saya. Saya sudah memerintahkan anggota untuk segera mengungkap kasus ini," tegasnya.

Diakui I Made saat ini polisi terkendala tidak adanya saksi yang dapat memberi keterangan terkait peristiwa tersebut.

Namun I Made yakin kasus ini dapat terungkap dalam waktu dekat.

Dalam proses pengungkapan, aparat kepolisian sedang mempelajari rekaman CCTv di lokasi kejadian.

Selain itu polisi juga tengah melakukan pendataan terhadap pemain-pemain lama terkait kasus yang sama.

Melihat kondisi kaca mobil yang dipecahkan, diduga pelaku menggunakan batu.

"Ada lubang besar di kaca. Kita sedang mendata pelaku-pelaku lama. Mudahan-mudahan kita dapat ungkap secepatnya," terang Kapolres.

Peristiwa pecah kaca diketahui saat Nasir yang mengambil slip pajak keluar dari Kantor Dispenda.

Di parkiran ia mendapati kaca mobil Toyota Kijang bernomor polisi BP 1720 KY yang diangkutnya telah pecah.

Nasir mengaku uang senilai Rp 77 juta yang berada di dalam mobil lenyap. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved