Upah Buruh 2016

Ketua SPAI-FSPMI Karimun Bantah jadi Penghambat Rapat UMS Antara Pengusaha dan Serikat Pekerja

Ketua SPAI-FSPMI Karimun, Muhamad Fajar membantah keras dirinya disebut sebagai penghambat rapat pembahasan upah minimum sektoral (UMS) Karimun.

Ketua SPAI-FSPMI Karimun Bantah jadi Penghambat Rapat UMS Antara Pengusaha dan Serikat Pekerja
tribunnews batam/rachta yahya
Pertemuan awal pembahasan Upah Minimum Sektoral (UMS) Karimun Tahun Anggaran 2016 antara Asosiasi Pengusaha Granit Karimun Kepri (APGK2) dengan serikat pekerja, FSPMI dan KSPSI di ruang pertemuan Disnaker Karimun, Selasa (19/1/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Karimun, Muhamad Fajar membantah keras dirinya disebut sebagai penghambat rapat pembahasan upah minimum sektoral (UMS) Kabupaten Karimun tahun anggaran 2016 antara pengusaha dengan serikat pekerja.

Sebaliknya Fajar menantang siapa dan pihak mana sebenarnya yang menjadi penghambat.

Ia merujuk ketidakhadirannya pada pertemuan lanjutan pekan lalu.

Namun hasilnya, rapat masih saja membahas seputar tata tertib dan seolah-olah ingin rapat UMS dilakukan bipartit antara asosiasi dengan Persatuan Unit Kerja (PUK) pada masing-masing perusahaan.

“Siapa yang sebenarnya menghambat, saya atau mereka (pengusaha)? Saya pada pertemuan lanjutan pekan kemarin tidak hadir, apa yang terjadi, mereka masih saja meributkan masalah tafsiran undang-undang, mau sampai kapan meributkan itu, sayangnya pemerintah juga tidak tegas menengahi ,” ujar Muhamad Fajar, Rabu (3/2/2016).

Fajar bahkan balik menantang pihak-pihak yang masih berkeinginan menghalangi dirinya melakukan pendampingan terhadap pekerja dalam rapat UMS Karimun tahun anggaran 2016 itu.

“Kalau mereka masih ngotot, silakan buat surat pernyataan atau berita acara, saya tantang mereka. Kita ini sama-sama paham hukum, jangan begitu, masa iya pendapat mereka saja yang mau didengar, yang mau dianggap benar, sementara pendapat kami salah,” katanya sedikit kesal.  (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved