Kuasa Hukum Indra Bekti 'Tantang' RP Buktikan Pencabulan dengan Visum

"Kalau pelecehan seksual, harus ada visum. Bagaimana buktikan tanpa ada visum,".

Kuasa Hukum Indra Bekti 'Tantang' RP Buktikan Pencabulan dengan Visum
Istimewa
Indra Bekti dan Istrinya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum pembawa acara dan artis peran Indra Bekti (38), Muhammad Milano, menyatakan bahwa RP (23) harus memiliki bukti visum jika melaporkan kliennya dengan tuduhan dugaan pencabulan.

"Kalau pelecehan seksual, harus ada visum. Bagaimana buktikan tanpa ada visum," tutur Milano dalam wawancara melalui sambungan telepon, Selasa (2/2/2016) malam.

Ia pun mempertanyakan kemampuan RP memberi bukti tersebut ke polisi, sementara pencabulan itu menurut RP terjadi pada awal 2010.

"Bisa enggak dia buktikan, kapan ada perbuatan itu dilakukan. Kalau enggak bisa, saya rasa pihak kepolisian paham apa yang harus dilakukan," tuturnya lagi.

Milano juga mengatakan, apabila nantinya RP tak bisa membuktikan bahwa kliennya benar-benar melakukan perbuatan itu, pihaknya akan melaporkan balik RP atas dugaan pencemaran nama baik.

"Dia enggak apa laporan, tapi ada konsekuensi. Begitu tidak bisa buktikan, kami tetap akan laporin dia," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, RP didampingi oleh tim kuasa hukumnya melaporkan Indra ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Selasa (2/2/2016) sore.

Indra dijerat dengan pasal 292 KUHP Jo 82 Undang-undang nomor 23 tentang Perlindungan Anak. RP mengaku, pada awal 2010, ia masih berusia 17 tahun. (*/Andi Muttya Keteng Pangerang/kcm)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved