Cabuli Anak Dibawah Umur, PNS Departemen Agama Dituntut 8 Tahun Penjara

"Atas perbuatan terdakwa, kami meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa selama 8 tahun penjara d

Cabuli Anak Dibawah Umur, PNS Departemen Agama Dituntut 8 Tahun Penjara
siasat
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Ardiansyah Alias Andri (32), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Departemen Agama, Kabupaten Bintan dituntut pidana penjara selama 8 tahun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Bona Sagala, dalam tuntutannya menyatakan terdakwa terbukti melakukan pencabulan terhadap korban El (15), di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (9/2/2016).

Terdakwa diketahui telah memiliki istri dengan dua anak itu, dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan persetubahan dengan sebagaimana yang diatur dalam dakwaan pertama pasal 81 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2015 tentang perlindungan anak.

"Atas perbuatan terdakwa, kami meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa selama 8 tahun penjara dan denda sebesar Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara dengan perintah tetap ditahan," ujar Rudi saat membacakan tuntutannya.

Atas tuntutan ini terdakwa Adriansyah alias Andri yang didampingi penasehat hukumnya, Iwa Susanti pun akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya yang akan digelar pada, Selasa (16/2) mendatang.

Untuk mendengarkan Pledoi atau pembelaan atas tuntutan dari terdakwa Majelis Hakim Dame Parulian Pandiangan SH, didampingi dua hakim anggota Corpioner SH dan Iriaty Khoirul Ummah SH pun akhurnya menunda jalannya sidang untuk dilajutkan pada pekan depan.

Sekedar diketahui, kasus ini bermula saat terdakwa Ardiansyah Andriansyah Als Andri Bin Abdul Malik mencabuli El (15) sebanyak dua kali di dalam mobil miliknya, Toyata Avanza Dengan Nomor polisi BP 1592 EY.

Perbuatan itu dilakukan dilakukan di jalan Wacopek Kelurahan Sungai Enam Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan tempat ia memarkirkan mobilnya pada malam hari saat susana dilokasi itu sepi.

Perbuatan terdakwa akhirnya diketahui orangtua korban, setelah korban mengalami sakit dibagian alat vitalnya. Berdasarkan hasil visum, tidak terdapat luka pada anggota tubuh korban, namun terdapat luka lecet dengan dasar kemerahan pada bibir kemaluan bawah korban dengan luka robek di selaput dara korban pada posisi jam 11.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved