Serikat Pekerja dan Pengusaha di Anambas Sepakati Angka Rp 2,950 Juta untuk UMS

kami meminta demikian. Usulan angak itu merupakan kesepakatan antara SPSI dan SBSI. Sementara, perwakilan perusahaan sanggup Rp 2,950 juta.

Serikat Pekerja dan Pengusaha di Anambas Sepakati Angka Rp 2,950 Juta untuk UMS
Istimewa
ilustrasi uang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Setelah menggelar rapat cukup lama, akhirnya besaran angka Upah Minimum Sektoral (UMS) di Kabupaten Kepulauan Anambas menemui kata sepakat.

Tak seperti kabupaten/kota lainnya yang diwarnai dengan aksi demo, pembahasan yang dilakukan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) itu akhirnya perwakilan serikat pekerja dan perwakilan perusahaan yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3s) sepakat angka UMS sebesar Rp 2,950 juta.

Meski demikian, besaran angka yang disepakati ini mengalami penurunan dari usulan perwakilan serikat pekerja.

Sahtiar Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Kepulauan Anambas yang ditemui disela-sela pembahasan mengatakan, besaran angka UMS yang diajukan oleh perwakilan pekerja awalnya sebesar Rp 3,1 juta.

"Dari kami meminta demikian. Usulan angak itu merupakan kesepakatan antara SPSI dan SBSI. Sementara, perwakilan perusahaan sanggup Rp 2,950 juta. Untuk tahun lalu kan besaran UMS Rp 2,8 juta," ujarnya Kamis (11/2/2016).

Meski demikian, Sahtiar memprediksi besaran angka tersebut jatuh pada angka Rp 2,950 juta.

Sejumlah faktor mulai dari turunnya harga minyak dunia, serta rasionalisasi pada sejumlah perusahaan migas yang terpaksa merumahkan karyawannya, menjadi hal lain yang menurutnya perwakilan perusahaan tidak sanggup memenuhi usulan yang disampaikan oleh peerwakilan serikat pekerja. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved