Kejati Kepri Usut Bansos Pemkab Karimun, PNS dan Mantan Pejabat Diperiksa sebagai Penerima Bantuan

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) menyelidiki pengelolaan dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Karimun.

Kejati Kepri Usut Bansos Pemkab Karimun, PNS dan Mantan Pejabat Diperiksa sebagai Penerima Bantuan
tribunnews batam/dewi haryati
Suasana pemeriksaan dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Pemkab Karimun di aula perkantoran Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Selasa (16/2/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) menyelidiki pengelolaan dana bantuan sosial (Bansos) Kabupaten Karimun.

Dua penyidik Kejati diturunkan ke Karimun untuk memeriksa secara maraton sejumlah penerima Bansos kurun waktu tahun 2010 sampai tahun 2013.

Pemeriksaan dilakukan dengan menumpang tempat di aula perkantoran Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Selasa (16/2/2016) mulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Sedikitnya sepuluh penerima Bansos Karimun periode 2010-2013.

“Iya ada pemeriksaan tapi tertutup, dari Kejati langsung, dua orang. Di sini cuma numpang tempat saja,” ujar narasumber di Kejari Tanjungbalai Karimun.

Dari sepuluh penerima Bansos yang diperiksa terdapat sejumlah wajah-wajah tak asing di Karimun. sebagian diantaranya pegawai di lingkungan Pemkab Karimun.

Hal itu tampak dari pakaian dinas yang mereka kenakan.

Bahkan seorang diantaranya merupakan mantan pejabat penting di Pemkab Karimun.

Seorang penyidik saat dimintai tanggapannya, menolak untuk memberikan keterangan.

Ia hanya mengatakan pemeriksaan ini baru tahap awal dalam rangka pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) dan dilakukan secara tertutup.

“Pemeriksaannya tertutup ya, tolong langsung ke pihak Kejaksaan (Kejari Karimun) saja,” ujarnya seraya menutup pintu ruang pemeriksaan.

Sementara itu, seorang warga yang minta namanya tidak dipublikasikan membenarkan dirinya dan sembilan orang lainnya adalah penerima bansos.

Mereka menjalani pemerisaan secara maraton dalam ruang yang sama.

“Iya, masih ada lagi yang akan diperiksa, kabarnya ada 15 orang lagi yang mau diperiksa tapi kapan, saya tak tahu juga. Hari ini ada sepuluh orang yang diperiksa,” ujarnya. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved