Kriminalitas di Batam

"Saya Pura-pura Tanyakan Alamat. Setelah Itu Saya Ancam dengan Pisau"

Jalaludin Pakpahan meringis kesakitan setelah timah panas menembus kaki kirinya.

tribunnews batam/eko setiawan
Jalaludin Pakpahan meringis kesakitan setelah timah panas menembus kaki kirinya, di Polsek Batu Ampar, Senin (29/2/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Jalaludin Pakpahan meringis kesakitan setelah timah panas menembus kaki kirinya.

Ia terpaksa ditembak Satreskrim Polsek Batu Ampar lantaran mencoba melarikan diri saat diamankan di kawasan Piayu, Batam, Jumat (26/2/2016) lalu.

Jalal yang ditemui di Polsek Batu Ampar, Senin (29/2/2016) menuturkan, ia ditangkap karena melakukan pencurian dengan kekarasan.

Sementara modus yang dilakukanya dengan cara berpura-pura menanyakan alamat.

Saat korbanya lengah ia mengeluarkan pisau dan mengancam korban sehingga korban menyerahkan semua harta bendanya.

"Saya pura-pura menanyakan alamat. Setelah itu saya ancam dengan pisau,"sebutnya.

Saat beraksi Jalal tidak sendiri.

Minimal, ia melakukannya bersama dua orang rekanya, bernama Ucok.

"Berdua dengan Ucok, kadang bertiga tapi orangnya berganti-ganti," sebutnya lago.

Selain Jalal dan Ucok, polisi juga mengamankan Rs, Ar dan MB.

Namun diantara kelima pelaku Ucok dan Jalal selalu berdua melakukan aksinya.

"Saya berdua dengan ucok itu sering. Sementara dengan tiga lainya itu jarang," sambungnya.

Dari pengakuannya Jalal, sudah 12 kali melakukan aksi kejahatanya tersebut.

Sementara Ucok sudah Sembilan kali.

"Paling banyak saya dapat uang Rp 2 juta dari hasil pemerasn itu. Selebihnya berupa HP saja," tegasnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved