Hizbut Tahrir Indonesia Tanjunginang Gelar Bahayanya MEA untuk Indonesia

"Ini semua karena aturan dalam sistem Demokrasi memiliki keberpihakan absolute kepada pemilik modal. Sebab salah satu pilar Demokrasi adalah kebebasan

Hizbut Tahrir Indonesia Tanjunginang Gelar Bahayanya MEA untuk Indonesia
Tribun Batam/M Ikhwan
Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Tanjungpinang mengadakan Halaqoh Islam dan Peradaban Edisi ke-6 di masjid Al- Furqon, Jalan Pemuda Tanjungpinang, Minggu (6/3/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Tanjungpinang mengadakan Halaqoh Islam dan Peradaban Edisi ke-6 di masjid Al- Furqon, Jalan Pemuda Tanjungpinang, Minggu (6/3/2016).

Diskusi kali ini mengangkat tema “Bahaya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) untuk Indonesia”.

Acara tersebut, dihadiri tokoh masyarakat Tanjungpinang, seperti Ustadz Agil Alamsyah, Ustadz Hasanudin, Ustadz Masriyudin, Ustadz H. Muhaimin serta tokoh-tokoh lainnya.

Selain itu, acara ini juga dikuti oleh puluhan peserta. Mereka terlihat fokus dan antusias mengikuti pemaparan materi oleh narasumber.

Ustadz Mulyo Basuki, Narasumber kegiatan tersebut mengatakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bukan sebatas perdagangan bebas.

Namun dia menilai MEA akan sangat berdampak negatif kepada masyarakat. Karena ketika MEA berlaku, maka peran negara secara total sebagai pelayan masyarakat akan terlepas.

Tak hanya itu, diberlakukannya MEA juga akan memperlebar peluang asing untuk 'menjarah' dan menguasai sumber daya alam Indonesia, terutama Kota Tanjungpinang.

"Ini semua karena aturan dalam sistem Demokrasi memiliki keberpihakan absolute kepada pemilik modal. Sebab salah satu pilar Demokrasi adalah kebebasan kepemilikan," jelasnya.

Baca berita selengkapnya diedisi cetak Tribun Batam.(*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved