Maria Sharapova Gagal Tes Doping, Sponsor Mulai Menarik Diri

Nike selaku sponsor utama untuk sementara menskors kontrak kerja sama dengan Sharapova

Editor: Mairi Nandarson
tennisgrandstand
Maria Sharapova 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LOS ANGELES - Kegagalan Maria Sharapova dalam tes doping di Australia Terbuka pada Januari lalu berbuntut panjang. Petenis Rusia itu ditinggal sponsor utamanya, Nike.

Saat menjalani tes doping, petenis berusia 28 tahun itu positif mengonsumsi meldonium. Padahal, obat anti-nyeri itu sudah biasa dikonsuminya sejak 2006.

“Saya gagal dalam tes doping dan siap bertanggungjawab sepenuhnya,” kata Sharapova, Senin (7/3/2016) malam, seperti dilansir dari BBC.

Meldonium sebenarnya merupakan obat anti-nyeri. Namun, per 1 Januari 2016, Organisasi Anti-doping Dunia (WADA), memasukkan nama meldonium sebagai unsur terlarang dikonsumsi untuk atlet olahraga.

“Selama 10 tahun, saya selalu diberi obat bernama midronate oleh dokter keluarga. Namun, selama 10 tahun obat-obatan itu belum termasuk daftar terlarang WADA," ucap petenis Rusia itu.

Saat ini, Sharapova dan pengacaranya akan melakukan banding atas putusan tersebut. Namun, kegagalan tes doping itu sudah memberikan dampak tak enak bagi Sharapova.

Nike selaku sponsor utama untuk sementara menskors kontrak kerja sama dengan Sharapova. Penundaan itu berlaku hingga investigasi terhadap kasus tersebut rampung.

"Kami sedih dan cukup terkejut dengan kabar mengenai Maria Sharapova. Kami memutuskan untuk membekukan hubungan kami dengan Maria selama investigasi berlanjut. Kami akan terus memantau terus situasi ini," tulis pernyataan resmi Nike.

Pada 2015, Sharapova tercatat sebagai pemain dengan pemasukan terbanyak dari endorsement. Total nilai kerja sama dia adalah 23 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp302 miliar.

Berdasar panduan Tenis Anti-Doping Programme dan WADA, skors kepada Sharapova bisa berlangsung hingga 4 tahun. Namun, mantan pelatih Sharapova, Jeff Tarango, meyakini sanksi itu paling lama hanya berlaku 2 tahun.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved