Pasien BPJS Ini Sudah Disuruh Dokter Pulang, Padahal Masih Sakit dan Lemah
Bahkan, di dalam surat keterangan dokter, kolom kondisi pasien saat pulang yang dicentang adalah pulang sembuh
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pihak keluarga Marthin Simatupang (73 tahun), pasien Rumah Sakit Santa Elisabeth yang menderita penyakit kanker yang dinyatakan harus pulang dalam kondisi lemah tak berdaya, bingung terhadap pelayanan di rumah sakit tersebut.
Pasalnya, hingga Selasa malam ketika Marthin dinyatakan harus meninggalkan rumah sakit, keluarga belum mendapatkan kepastian pihak mana yang sebenarnya menyatakan Marthin harus pulang dan berobat jalan.
Bahkan, di dalam surat keterangan dokter, kolom kondisi pasien saat pulang yang dicentang adalah pulang sembuh.
Tribun Medan sempat menyaksikan kondisi Marthin sesaat sebelum akhirnya ia dibawa keluar oleh keluarganya dengan mobil ambulans. Marthin terbaring lemah, tak berdaya apa-apa, kecuali sesekali hanya mengerang pelan.
Marthin merupakan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Sejak dulu, sejak ia bekerja sebagai pegawai negeri sipil, ia memang telah memiliki asuransi kesehatan dari PT Askes.
Baginda, putra Marthin, tak mengerti kenapa ayahnya harus pulang. Ia telah berupaya memohon kepada pihak rumah sakit agar ayahnya tetap dirawat meski tanpa asuransi BPJS Kesehatan.
"Harus close kata mereka. Harus pulang malam ini juga. Saya udah coba, maksudnya bayar pakai uang sendiri pun gak apa-apa, tapi tetap gak bisa," ujarnya, yang turut ditimpali oleh istrinya, adiknya, dan ibunya.
Dikatakan Baginda, dulu, saat BPJS Kesehatan masih bernama PT Askes, pelayanan kesehatan yang dinikmati ayahnya ketika berobat cukup bagus.
"Dulu gak kayak gini. Setelah ganti nama diginiin. Dulu bagus waktu masih Askes namanya. Malah dulu kalau bapak minta pulang malah ditahan supaya sembuh betul," ujarnya.
Sementara itu, sejauh ini, pihak RS Santa Elisabeth yang berada di Jalan Haji Misbah, Medan, belum dapat dikonfirmasi.
"Hari ini, kan, libur, Pak. Bagian direksinya tutup," ujar seorang pegawai saat www.tribun-medan.com datang, Rabu siang (9/3/2016).
Begitu juga dengan Kantor BPJS Kesehatan. Baik perwakilan yang ditempatkan di RS Elisabeth maupun kantor utama di Jalan Karya, Medan, sama-sama tutup.
Sedangkan dr LS, dokter yang menangani Marthin, tidak berada di RS Elisabeth saat hendak dikonfirmasi.
Adapun terakhir kali sebelum akhirnya meninggalkan RS Santa Elisabeth, kondisi Marthin sangat lemah.
Tubuhnya sangat kurus hingga tangannya bisa dilingkarkan dengan jari telunjuk dan jempol.(*)