Upah Buruh 2016

Serikat Pekerja Heran Bupati Karimun Tawarkan Besaran UMS Rp 2.625.000

Bupati Karimun Aunur Rafiq menawarkan kepada serikat pekerja yang terdiri dari SPAI-FSPMI dan KSPSI Kabupaten Karimun UMS sebesar Rp 2.625.000.

Serikat Pekerja Heran Bupati Karimun Tawarkan Besaran UMS Rp 2.625.000
tribun/elhadifputra
Bupati Karimun Aunur Rafiq 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Untuk kedua kalinya, Bupati Karimun Aunur Rafiq menggelar rapat dengan serikat pekerja terkait penentuan besaran Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten Karimun 2016 di kediaman dinas Bupati Karimun, Taman Bunga, Senin (14/3/2016).

Dalam pertemuan itu, Rafiq menawarkan kepada serikat pekerja yang terdiri dari SPAI-FSPMI dan KSPSI Kabupaten Karimun UMS sebesar Rp 2.625.000.

Angka tersebut hasil komunikasi Pemkab Karimun dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun dengan Asosiasi Pengusaha Granit Karimun-Kepri (APG2K).

Angka tawaran tersebut dapat diterima KSPSI namun tidak oleh SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun. alasannya, angka tersebut berada di bawah penawaran sebelumnya yakni Rp 2.650.000 yang sempat disampaikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat audiensi pertama yang dihadiri perwakilan APG2K di kediaman dinas, beberapa waktu lalu.

“Kawan-kawan dari KSPSI menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Bupati, sementara kami belum dapat menerima. Kemarin Pak Bupati katakan Rp 2.650.000, sekarang turun lagi Rp 2.625.000. Alasannya, pihak pengusaha hanya mampunya segitu. Ya, kalau bicara tak mampu, kami juga tak mampu kalau segitu,” kata Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun, Muhamad Fajar, Senin (14/3/2016).

Lebih lanjut, Fajar mengaku heran, kenapa pihaknya selalu yang mengalah setiap kali persoalan UMS jadi perdebatan.

Padahal, pihaknya hanya menginginkan perlakuan yang adil dari sistem yang ada.

“Kesepakatan awalnya, menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Bupati. Kalau begitu, kenapa Pak Bupati harus konfirmasi lagi ke pengusaha, kan bisa putuskan langsung?tanya Fajar.

Ia mengaku heran, mengapa Bupati harus tanya lagi ke pengusaha.

"Lalu desak-desak kami untuk menerima, kenapa kok begitu? Ini terlalu banyak intrik di sini, mulai dari saya yang tidak diperkenankan ikut rapat, kami menang, kemudian konsultasi ke kementerian, kami menang lagi, sekarang gini lagi, benar-benar semena-mena,” katanya kecewa.

Sudah tiga bulan tahun 2016 berjalan, namun pembahasan UMS Karimun 2016 tak kunjung menemui ujung.

Kedua belah pihak yakni serikat pekerja yang diwakili SPAI-FSPMI dan KSPSI dengan APGK2 tetap berpegang teguh pada pendirian masing-masing. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved