Investor Tiongkok Tertarik Bangun Pabrik Baja di Bintan

Investor asal Tiongkok, tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten Bintan.

Investor Tiongkok Tertarik Bangun Pabrik Baja di Bintan
tribunnews batam/aminnudin
Bupati Bintan Apri Sujadi (meja tengah) saat pertemuan dengan investor asal China atau Tiongkok yang berencana beinvestasi di industri baja, Kamis (17/3/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Investor asal Tiongkok, tertarik menanamkan modalnya di Kabupaten Bintan.

Mereka memilih menanamkan modalnya dalam benuk pengolahan baja atau smelter.

"Rencananya mereke (Investor) membangun pabrik pengelohan baja di sini,"kata Mardiah, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMD) Kabupaten Bintan, Kamis (17/3/2016).

Jika rencana investasi tersebut terealisasi, industri baja, sebagai industri berat yang menyerap lapangan kerja tinggi akan menjadi yang pertama di Kepulauan Bintan di luar sektor industri pariwisata.

Terkait lokasi pembangunan pabrik baja, ada dua yang ditawarkan Pemkab Bintan di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan.

Lokasi pertama di sebelah lahan PT Bintan Alumina Industrial (BAI) di Galang Batang, Gunung Kijang.

"Di sebelah PT BAI ada pelabuhan, nanti mau nggak mereka ajar kerjasama menggunakan fasilitas yang ada,"kata dia.

Lokasi ke dua yang ditawarkan di PT Korindo, Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur.

Korindo, kata Mardiah, mengajak kerjasama dengan meneydiakan lahan sekitar 100 hektar lebih untuk lokasi pembukaan investasi.

"Di sana kan ada tiga perusahaan yang sudah tidak aktif lagi bisa dipakai,"kata Mardiah.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengaku, sangat terbuka menyambut rencana pembukaan investasi pemodal asal Cina.

Menurutnya, itu bukti Bintan makin punya daya tarik untuk investasi.

"Sepenjang tidak menyalahi tata ruang kita, sangat kita sambut. Tadi kita sudah bertemu dengan investornya, kita menawarkan yang di Korindo sebagai lokasi investasi,"kata Apri.

Soal nilai investasi yang akan ditananamkan investor asal Cina tersebut, Apri dan Mardiah belum bisa menyebutkan.

"Belum ada nilai investasinya, ini sementara dalam tahap penjajakan awal. Harapan kita investasi ini benar benar terwujud,"kata Apri. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved