Tejo Mengaku Nekat Kendalikan Sabu di Lapas Kelas I Surabaya, karena Takut Diancam Ko Rudi

Ia takut istri dan anaknya dibunuh bila tidak menjalankan keinginannya

Tejo Mengaku Nekat Kendalikan Sabu di Lapas Kelas I Surabaya, karena Takut Diancam Ko Rudi
tribun/zaburanjasfianto
Terdakwa Tejo Baskoro alias Jake bin almaruhm H. Marsidik dalam perkara mengendalikan penyeludupan narkotika jenis sabu seberat 3.032 gram, dari dalam Lapas Kelas I Surabaya Jawa Timur, saat mengikuti sidang di PN Batam, Kamis (17/8/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tejo Baskoro alias Jake mengaku mengendalikan penyelundupan narkotika jenis sabu di Lapas, karena mendapat ancaman dari Ko Rudi (DPO).

Ia takut istri dan anaknya dibunuh bila tidak menjalankan keinginannya.

Tejo pun mengendalikan sabu seberat 3.032 gram dari dalam Lapas Kelas I Surabaya Jawa Timur.

Alasan itulah membuat Tejo menyuruh Kurniawati alias Dewi bin almarhum Paimun dan Sri Ummi Hosnul Khatimah ke Batam pada 13 Agustus 2015 untuk menjemput sabu dari Ko Rudi.

Hal ini diungkap Tejo dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (17/3/2016).

Namun Majelis Hakim yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo tidak langsung percaya dengan alasan Tejo yang seharusnya bebas pada 21 Maret 2016 hukuman selesai dari Lapas Kelas I Surabaya Jawa Timur.

"Saya awalnya suruh Dewi ke Batam untuk mencari tahu jadwal keberangkatan kapal ke Surabaya dan Sebaliknya.

Namun, Ko Rudi mantan bos saya minta tolong bawakan sabu dari Batam ke Surabaya Yang Mulia," kata Tejo.

Tejo pun mengaku takut istri dan anaknya diancam Ko Rudi.

Ia langsung menghubungi Dewi untuk menjemput Sabu dengan berat 3.032 gram.

"Awalnya Dewi tidak mau mengambil barang itu dari orang suruhan Ko Rudi, Yang Mulia.

Tapi saya terus memohon melalui panggilan ponsel dan akhirnya dia mau ambil titipan dari Ko Rudi," ujar Tejo.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved