Upah Buruh 2016

BREAKING NEWS: Minta Bertemu Bupati, Buruh FSPMI yang Unjuk Rasa 'Usir' Kadisnaker Karimun

Ratusan pengunjukrasa FSPMI Kabupaten Karimun menolak kehadiran Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun, Ruffindy Alamsjah, Senin (21/3/2016).

BREAKING NEWS: Minta Bertemu Bupati, Buruh FSPMI yang Unjuk Rasa 'Usir' Kadisnaker Karimun
tribunnews batam/rachta yahya
Ratusan pengunjukrasa dari Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Kabupaten Karimun berunjuk rasa, Senin (21/3/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Ratusan pengunjukrasa dari Serikat Pekerja Aneka Industri-Federasi Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Kabupaten Karimun menolak kehadiran Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun, Ruffindy Alamsjah, Senin (21/3/2016).

Pengunjukrasa bahkan terkesan mengusir Ruffindy yang menemui mereka.

Pengunjukrasa menilai tidak bisa memutuskan persoalan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten Karimun tahun anggaran 2016.

Mereka tetap menginginkan Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang menemui.

"Bapak balik saja, kami ingin pak bupati yang hadir di sini. Bapak silakan balik saja," seruan sejumlah pengunjukrasa.

Mendengar itu, Ruffindy langsung ngacir walau sempat menyampaikan sejumlah pengumuman terkait agenda Bupati Aunur Rafiq.

"Saya diperintahkan Pak Bupati menemui bapak-bapak dan ibu sekalian tapi kalau tidak berkenan dengan kehadiran saya, saya tidak masalah," ujar Ruffindy seraya pergi meninggalkan lokasi diikuti sejumlah staf Disnaker Karimun.

Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun, Muhamad Fajar mengatakan unjukrasa tersebut puncak kekesalan pihak buruh perihal intrik penentuan UMS Kabupaten Karimun 2016 sehingga tak kunjung diputuskan.

Berawal dari keinginan Asosiasi Pengusaha Granit Karimun Kepri (APGK2) mengajak konsultasi ke Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta, belum lama ini.

"Pada pertemuan itu, pihak kementerian mengatakan UMS dihitung berdasarkan UMK 2016 plus inflasi 11,5 persen. Karna kalah, saran dari kementerian ini kemudian diingkari karna tidak meleset dari rencana mereka," kata Fajar.

Unjukrasa tersebut dikatakan Fajar akan digelar selama tiga hari berturut-turut mulai Senin hingga Rabu (23/3/2016) besok.

"Kami berdoa semoga hati pak bupati terbuka untuk melihat kesejahteraan kami. Kalau bicara tak mampu, pasti semua pengusaha bilang tak mampu. Kami cuma
ingin hasil konsultasi di kementerian itu dihormati dan dilaksanakan, itu baru fair," kata Fajar. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved