Atasi Kemacetan, Pelantar Satu dan Dua Tanjungpinang akan Disatukan

Rencana penyatuan Pelantar I dan II tersebut akan direalisasikan pada 2016 ini.

Atasi Kemacetan, Pelantar Satu dan Dua Tanjungpinang akan Disatukan
tribunnews batam/thomm
Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun (kemeja putih digulung) meninjau Pelantar II Tanjungpinang, Rabu (23/3/2016) pagi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau Pelantar II Tanjungpinang, Rabu (23/3/2016) pagi.

Kunjungan ini bukan pertama, karena selama dua pekan lalu, ia sempat berkumpul bersama para nelayan, tukang becak, buruh kapal dan pengayuh becak di tempat tersebut.

Kali ini dia datang bersama Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan sejumlah pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.

Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri Naharuddin, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut Dishub Kepri Aziz Kasim Djou dan Kepala Dishubkominfo Pemko Tanjungpinang Wan Samsi.

"Saya ingin satukan Pelantar I dan II. Tetapi itu tergantung Pak Wali Kota saja yang punya wilayah," ungkap Nurdin kepada Lis di sela-sela peninjauan tersebut.

Ungkapan tersebut langsung dijawab oleh Lis.

Lis mendukung penuh rencana Pemprov Kepri menyatukan Pelantar I dan II tersebut, walaupun sebenarnya dia sendiri sudah berencana menyatukan Pelantar I dan II.

"Saya mendukung rencana Pak Wakil Gubernur ini. Saya pastikan bahwa tahun ini Pemko Tanjungpinang menyediakan DED-nya. Saya berharap rencana ini bisa terwujud sehingga kemacetan di daerah pasar, Pelantar I dan II bisa diatasi," ungkap Lis menjawab Nurdin.

Rencana penyatuan Pelantar I dan II tersebut akan direalisasikan pada 2016 ini.

Kabid Perhubungan Laut Dishub Kepri Aziz Kasim Djou menjelaskan bahwa ruas jalan yang hendak dibangun dari Pelantar I ke Pelantar II sepanjang 320 meter.

Sedangkan panjang ruas jalan dari Pelantar II ke Pelantar KUD diperkirakan mencapai 230 meter.

"Pemko Tanjungpinang menyediakan DED. Sedangkan Pemprv Kepri membangun fisik jalannya. Namun, Pemprov Kepri masih fokus pada pembangunan ruas jalan dari Pelantar I ke Pelantar II dulu. Sementara ruas jalan dari Pelantar II ke Pelantar KUD mungkin akan dibangun kemudian," jelas Aziz kepada Tribun.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kepri Naharuddin menambahkan, jumlah anggaran yang akan dikucurkan untuk membangun ruas jalan ini akan dipastikan setelah Pemprov Kepri menerima DED dari Pemko Tanjungpinang.

Namun, berdasarkan panjang ruas jalan yang bakal dibangun maka dana yang dikucurkan Pemprov Kepri diprediksi mencapai 30 miliar.

"Kita prediksikan dana yang dikucurkan mencapai Rp 30 miliar lebih," ungkap Kepala Bappeda Kepri itu. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved