Tanker Bermuatan Minyak Mentah Ilegal Senilah Rp4 Miliar Diamankan di Perairan Natuna

Diduga minyak mentah tersebut berasal dari pipa-pipa bocor minyak milik Pertamina.

Tanker Bermuatan Minyak Mentah Ilegal Senilah Rp4 Miliar Diamankan di Perairan Natuna
TRIBUNNEWSBATAM.COM/Rachta Yahya
Dok- ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Satu kapal motor tanker berbendera Indonesia, diamankan patroli laut Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Khusus Kepri di perairan Natuna, Selasa (22/3/2016) kemarin.

Kapal bernama MT Tabonganen ini, melakukan upaya penyelundupan sekitar 1.115 Kiloliter Crude Oil (minyak mentah) dari Palembang, Sumatera Selatan, menuju West OPL.

Diperkirakan minyak mentah ilegal tersebut bernilai sekitar Rp 4 miliar.

"Biasanya penyelundup ini membawa ke negara luar. Karena disini (Indonesia) susah untuk menjualnya," kata Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri Parjiya didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi (PSO) Raden Evy R dan Kepala Pangkalan Bea Cukai Kepri Bier, saat ekspos pencegahan, Rabu (23/3/2016) sore.

Diduga minyak mentah tersebut berasal dari pipa-pipa bocor minyak milik Pertamina.

Pasalnya di daerah Sumatera Selatan, banyak ditemukan penambang-penambang minyak secara ilegal atau pencurian pipa milik negara yang bocor.

Prajiya memaparkan penangkapan berawal dari informasi intelejen di perairan Natuna.

Setelah berada di posisi 01-07-45 U / 105-28-15 T, patroli DJBC menemukan kapal tersebut. Saat diperiksa, muatan kapal tidak dilengkapi dokumen yang sah.

"Sebanyak 10 orang anak buah kapal (ABK) serta tiga orang yang bukan kru kapal ikut digiring ke Kanwil," tambah Prajiya.

Saat ini DJBC masih melakukan pemeriksaan dan belum menetapkan tersangka pada tangkapan ini.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved