Rabu, 8 April 2026

Akibat Himpitan Ekonomi, Wulan Tega Jual Anak Kandungnya Sendiri

"Pengakuannya, dia jual karena faktor ekonomi dan ayah anaknya sudah tidak ketahui keberadaannya sejak enam bulan lalu,"

kompas.com
ilustrasi bayi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - SW (30) alias Wulan yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga, mengaku kepada polisi, tega menjual anak semata wayang karena himpitan kebutuhan ekonomi.

Ayah dari FT, anak Wulan, diakuinya telah lama meninggalkan dia dan buah hati yang berumur tiga bulan dan 10 hari sejak masih mengandung.

"Pengakuannya, dia jual karena faktor ekonomi dan ayah anaknya sudah tidak ketahui keberadaannya sejak enam bulan lalu," kata Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Surawan di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Dari kesepakatan antara polisi yang menyamar sebagai pembeli bayi FT, akan dihargai sebesar Rp 40 juta. Namun, Wulan hanya mendapat bagian Rp 14 juta.

"Dia tidak tahu anaknya dijual Rp 40 juta. SW cuma tahu anaknya dijual sebesar Rp 14 juta," kata Surawan.

Ketika hendak melepas anak semata wayangnya, Wulan menghubungi W alias Mama Dina (42), warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang berperan sebagai perantara.

Mama Dina kemudian memberitahu KD alias Nias yang berperan sebagai penjual dan menentukan harga FT.

"KD yang tentukan harga setelah bernegosiasi dengan pembeli," katanya.

Saat ini bayi FT tengah berada di Rumah Perlindungan Sosial Anak, Bambu Apus, Jakarta. Sedangkan, ibunya harus mendekam di tahanan Mapolres Jakarta Selatan.

Atas pebuatannya, Wulan bersama dua tersangka lain diancam dengan Pasal 2 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Perdagangan orang.

Selain itu, mereka juga dapat dijerat Pasal 76F dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp 600 juta.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved