BPOM akan Dibikin Setingkat Kementrian dan Berhak Lakukan Penyidikan dan Penindakan

Dalam rancangan undang-undang, BPOM berhak sebagai penyidik dan melakukan penindakan terhadap pihak yang menjual barang tidak berstandar.

BPOM akan Dibikin Setingkat Kementrian dan Berhak Lakukan Penyidikan dan Penindakan
tribunnews batam/elhadif
Asman Abnur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Komisi IX DPR RI tengah membahas undang-undang tentang Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) agar setingkat dengan Kementerian.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPRD Komisi IX DPR RI dapil Kepri, Asman Abnur, saat melakukan sosialisasi mengenai makanan sehat dan sistim pangan masyarakat serta program BKKBN di Kabupaten Karimun, Sabtu (2/4/2016).

Pembahasan Komisi IX yang berkaitan dengan masalah kesehatan tersebut bertujuan agar fungsi BPOM lebih kuat dalam hal pengawasan.

Bukan hanya itu, jika terwujud maka BPOM berhak sebagai penyidik dan melakukan penindakan terhadap pihak yang menjual barang tidak berstandar.

"Jadi bisa sebagai penyidik dan menindak atau menutup toko yang menjuall baramg yang tak terdaftat di BPOM. Semua barang impor juga harus terdaftat di. Jika sudah diregistrasi batu bisa dikonsumsi masyarakat," kata Asman yang dijumapi di rumah dinas Bupati Karimun.

Dengan keluarnya undang-undang tersebut maka nantinya di setiap Kabupaten juga akan tersedia laboratorium serta alat pengecekan kandungan makanan, obat dan kosmetik.

Untuk Kabupaten Karimun sendiri saat ini BPOM masih di bawah naungan Dinas Kesehatan.

Jika memeriksa kandungan makanan maka BPOM Karimun harus membawanya ke Batam.

Asman menyebutkan, fakta di lapangan saat ini banyak makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Padahal makanan merupakan hal terpenting bagi kehidupan masyarakat.

"Jika kita kaji semuanya itu penyakit. makanya kita sosialisasi bagaimana hidup sehat. Sehingga kita tau sumber penyakit adalah makanan. Rata-rata usia orang Indonesia 55 tahun dan Singapura 69 tahun. Target kita gak usah seperti di singapur setenahnya aja. Jadi nanti harapan hidup masyarakat tinggi," ungkap politisi dari Partai Amanat Nasional itu.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved