Jumat, 15 Mei 2026

Sekda Anambas Jadi Tersangka. Sejumlah Pemuda Gelar Aksi Tabur Bunga di Pelabuhan Tarempa

Bunga yang dikumpul dalam kantong plastik berwarna hitam itu kemudian dibuang ke laut

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
tribunbatam/septyanmuliarohman
Sejumlah pemuda menggelar aksi tabur bunga di Pelabuhan Tarempa sehari setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Satu hari setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal ditetapkan sebagai tersangka, sejumlah pemuda menggelar aksi Tabur Bunga di Pelabuhan Tarempa.

Aksi tersebut  dilakukan sekitar pukul 08:00 WIB dan berlangsung tak kurang dari lima menit.

Aksi pemuda itu sempat menyita perhatian publik.

Bunga yang dikumpul dalam kantong plastik berwarna hitam itu kemudian dibuang ke laut.

Mus, seorang pemuda yang melakukan aksi Tabur Bunga itu mengatakan, aksi yang dilakukan itu sebagai wujud buang sial untuk kepemimpinan Anambas ke depan agar lebih baik.

"Aksi ini lebih kepada harapan agar Anambas lebih baik kedepannya. Selama ini, yang kami dengar dan dapat informasi, begitu banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh aparatur pemerintahannya," ujarnya, Rabu (6/4/2016).

‎Ia menambahkan, tidak hanya kasus dugaan tipikor yang menjerat beberapa oknum pejabat di Anambas, sejumlah persoalan lainnya seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan persoalan pembangunan menjadi hal lain yang harus diselesaikan oleh pemerintahan Anambas ke depan.

"Hari ini kami mengapresiasi aparat penegak hukum dalam mengungkap sejumlah kasus yang berkaitan dengan Anambas," katanya.

Aksi yang dilakukan sejumlah pemuda ini ditanggapi positif ‎ oleh Jakfar.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Telaga Kecil, Kecamatan Siantan Selatan itu meminta kepada aparat penegak hukum menumpas habis oknum-oknum yang terlibat kasus korupsi di Anambas.

"Harapan masyarakat Anambas agar pemimpin yang baru ini tidak sampai kena. Kasihan masyarakat terkait korupsi ini, harusnya pemerintah yang membantu dalam pemulihan ekonomi masyarakatnya malah harus disibukkan dengan kasus korupsi," katanya.(*)

*Baca berita terkait di Harian Tribun Batam edisi Kamis, 7 April 2016

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved