GUBERNUR HM SANI MENINGGAL DUNIA

Tokoh Karimun : Dia Bertangan Dingan. Banyak yang Meragukannya, Tapi Lihat Hasilnya

Dulu saat mau bangun RSUD Karimun itu, banyak yang meragukan, meremehkan, buat apa bangun rumah sakit di hutan begitu,

Tokoh Karimun : Dia Bertangan Dingan. Banyak yang Meragukannya, Tapi Lihat Hasilnya
Istimewa
Gubernur Kepri HM Sani 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Rasa kehilangan atas berpulangnya Gubernur Kepulauan Riau, Drs H Muhammad Sani juga dirasakan warga Kabupaten Karimun.

Sejumlah tokoh asal kampung halaman almarhum HM Sani menangis saat Tribun menghubungi mereka satu per satu.

“Iya dek, orangtua kita berpulang. Saya seakan tak percaya, baru kemarin rasanya bertemu, sekarang beliau sudah tak ada,” ujar tokoh masyarakat Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Arifin Zainal sambil terisak di balik gagang telepon, Jumat (8/4/2016) sore.

Duka mendalam juga turut dirasakan H Rasyib Tab, salah seorang sahabat Sani.

Ia bercerita, terakhir kali bertemu saat pelantikan Bupati-Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq-Anwar Hasyim di Gedung Daerah, Tanjungpinang, 23 Maret 2016.

Saat bertemu, Sani dikatakannya masih sempat bercanda dan bicaranya. Seperti biasa, Sani ramah menyapanya.

Kepadanya Almarhum sempat meminta bantuan agar mendukung ia dan pasangannya, Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membangun Kepri bahu-membahu.

“Seperti biasa, Almarhum selalu ramah, tanya kabar. Almarhum juga sempat bilang tolong saya dan Nurdin ya, kita bangun sama-sama kampung kita ini. Kita ini sudah sama-sama sepuh, mari kita persiapkan untuk generasi kita yang akan datang. Saya selalu terkenang, setiap bertemu, almarhum tak pernah lupa untuk menyampaikan wejangan-wejangan,” kata tetangga Sani di Kundur itu.

Sementara itu, Datuk Azman Zainal, Ketua DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun yang sempat merasakan tangan dingin Sani saat menjabat Bupati Karimun sekitar awal tahun 2000-an.

Ia mengaku salut dengan prinsip Sani meski banyak pihak yang meragukan. Salah satunya terkait keinginan almarhum membangun RSUD Karimun.

Saat itu banyak pihak yang pesimis bahkan terkesan meremehkan pembangunan RSUD Karimun itu belum dirasakan layak, apalagi lokasinya jauh dari perkotaan.

“Dulu saat mau bangun RSUD Karimun itu, banyak yang meragukan, meremehkan, buat apa bangun rumah sakit di hutan begitu, siapa yang mau berobat jauh-jauh ke sana. Sekarang buktinya, pemikiran almarhum terbukti benar, RSUD Karimun menjadi salah satu kebanggaan saat ini,” kata Azman Zainal.(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved